alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Hadirkan Ruang Dialog untuk Jaga Artefak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Puluhan artefak logam bakal ditampilkan dalam pameran sekaligus diskusi yang diinisiasi Jember Fashion Carnaval, Agustus mendatang. Ketua Yayasan JFC Budi Setiawan mengungkapkan, setidaknya terdapat 76 artefak yang akan dihadirkan. Terklasifikasi dari beberapa jenis. Misalnya senjata, mahkota, ornamen yang biasa dipakai pada zamannya, perhiasan, dan lainnya.

Selanjutnya, akan ada sebuah forum layaknya forum diskusi yang menghadirkan para pakar berbagai disiplin keilmuan. Misalnya dari penulis, budayawan, sejarawan, dan lainnya. “Pameran ini memang terbatas. Tapi, kami fokuskan hasil dari pameran ini akan ada uraian artefak dari berbagai sudut pandang,” tutur Budi.

Artefak yang akan dipamerkan, lanjut dia, merupakan artefak yang diyakini tidak ada di museum mana pun, dan diperkirakan usianya ribuan tahun. “Kami pernah mengirim sampel salah satu artefak yang sifatnya logam metal ke BATAN untuk dilakukan uji karbon. Mereka maksimal hanya mampu mengukur usia hingga seratus tahun. Nah, ini mereka tidak mampu. Artinya, usianya sudah sangat tua,” papar Budi, Kamis (1/7) kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : SOAL CPNS 2021

Adanya pameran artefak model diskusi ini, kata Budi, bertujuan memunculkan para peneliti atau orang-orang yang berkompeten nasional maupun internasional untuk melakukan kajian. “Goal-nya adalah ada di national pride. Kebanggaan kita sebagai Indonesia yang memiliki peradaban dunia. Hanya saja, sekarang tertutup,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Puluhan artefak logam bakal ditampilkan dalam pameran sekaligus diskusi yang diinisiasi Jember Fashion Carnaval, Agustus mendatang. Ketua Yayasan JFC Budi Setiawan mengungkapkan, setidaknya terdapat 76 artefak yang akan dihadirkan. Terklasifikasi dari beberapa jenis. Misalnya senjata, mahkota, ornamen yang biasa dipakai pada zamannya, perhiasan, dan lainnya.

Selanjutnya, akan ada sebuah forum layaknya forum diskusi yang menghadirkan para pakar berbagai disiplin keilmuan. Misalnya dari penulis, budayawan, sejarawan, dan lainnya. “Pameran ini memang terbatas. Tapi, kami fokuskan hasil dari pameran ini akan ada uraian artefak dari berbagai sudut pandang,” tutur Budi.

Artefak yang akan dipamerkan, lanjut dia, merupakan artefak yang diyakini tidak ada di museum mana pun, dan diperkirakan usianya ribuan tahun. “Kami pernah mengirim sampel salah satu artefak yang sifatnya logam metal ke BATAN untuk dilakukan uji karbon. Mereka maksimal hanya mampu mengukur usia hingga seratus tahun. Nah, ini mereka tidak mampu. Artinya, usianya sudah sangat tua,” papar Budi, Kamis (1/7) kemarin.

BACA JUGA : SOAL CPNS 2021

Adanya pameran artefak model diskusi ini, kata Budi, bertujuan memunculkan para peneliti atau orang-orang yang berkompeten nasional maupun internasional untuk melakukan kajian. “Goal-nya adalah ada di national pride. Kebanggaan kita sebagai Indonesia yang memiliki peradaban dunia. Hanya saja, sekarang tertutup,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Puluhan artefak logam bakal ditampilkan dalam pameran sekaligus diskusi yang diinisiasi Jember Fashion Carnaval, Agustus mendatang. Ketua Yayasan JFC Budi Setiawan mengungkapkan, setidaknya terdapat 76 artefak yang akan dihadirkan. Terklasifikasi dari beberapa jenis. Misalnya senjata, mahkota, ornamen yang biasa dipakai pada zamannya, perhiasan, dan lainnya.

Selanjutnya, akan ada sebuah forum layaknya forum diskusi yang menghadirkan para pakar berbagai disiplin keilmuan. Misalnya dari penulis, budayawan, sejarawan, dan lainnya. “Pameran ini memang terbatas. Tapi, kami fokuskan hasil dari pameran ini akan ada uraian artefak dari berbagai sudut pandang,” tutur Budi.

Artefak yang akan dipamerkan, lanjut dia, merupakan artefak yang diyakini tidak ada di museum mana pun, dan diperkirakan usianya ribuan tahun. “Kami pernah mengirim sampel salah satu artefak yang sifatnya logam metal ke BATAN untuk dilakukan uji karbon. Mereka maksimal hanya mampu mengukur usia hingga seratus tahun. Nah, ini mereka tidak mampu. Artinya, usianya sudah sangat tua,” papar Budi, Kamis (1/7) kemarin.

BACA JUGA : SOAL CPNS 2021

Adanya pameran artefak model diskusi ini, kata Budi, bertujuan memunculkan para peneliti atau orang-orang yang berkompeten nasional maupun internasional untuk melakukan kajian. “Goal-nya adalah ada di national pride. Kebanggaan kita sebagai Indonesia yang memiliki peradaban dunia. Hanya saja, sekarang tertutup,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/