Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Antrean SPBU di Bondowoso Kini Normal Kembali, Warga Sudah tak Panik Lagi

Faqih Humaini • Rabu, 11 Maret 2026 | 12:54 WIB

 

MEMANTAU: Hiswana Migas saat memantau kondisi antrean di SPBU Tamansari, kemarin (10/3)
MEMANTAU: Hiswana Migas saat memantau kondisi antrean di SPBU Tamansari, kemarin (10/3)

TAMANSARI,  Radar Ijen - Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bondowoso yang sempat memanjang selama beberapa hari terakhir akhirnya mulai terurai.

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) memastikan kondisi tersebut bukan dipicu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), melainkan akibat panic buying masyarakat.

Ketua DPC HiswanaMigas Area Besuki, Ikbal Wilda Fardana mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke beberapa SPBU di Bondowoso. Di antaranya SPBU Tamansari, SPBU Maesan, hingga SPBU Grujugan.

"Kami pantau antrean sudah mulai terurai, tidak ada lagi yang antre mengular," bebernya.

Dari hasil pemantauan tersebut, kondisi antrean kini mulai kembali normal seperti hari-hari biasa. Bahkan menurutnya, situasi di lapangan sudah jauh lebih kondusif dibanding beberapa hari sebelumnya ketika antrean kendaraan sempat memadati sejumlah SPBU.

Ikbal menjelaskan, lonjakan antrean terjadi karena meningkatnya permintaan BBM secara tiba-tiba dalam waktu bersamaan.

Banyak masyarakat yang membeli BBM dalam jumlah lebih besar dari biasanya karena khawatir terjadi kelangkaan.

“Setelah kami lakukan kunjungan hari ini, antrean sudah normal. Tidak berlarut-larut seperti beberapa hari kemarin,” ujarnya.

Ia menegaskan, dari sisi stok maupun distribusi sebenarnya tidak ada kendala. Pasokan BBM dari Pertamina ke seluruh SPBU di Bondowoso berjalan lancar sehingga ketersediaan bahan bakar tetap terjaga setiap hari.

Karena itu, Ikbal mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Warga diminta membeli bahan bakar sesuai kebutuhan saja dan tidak memaksakan diri mengantre jika stok di kendaraan masih mencukupi.

Menurutnya, panic buying justru memperpanjang antrean dan memperparah situasi di lapangan. Jika masyarakat tetap tenang dan membeli secara wajar, distribusi BBM akan berjalan normal tanpa gangguan.

Selain itu, HiswanaMigas juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan BBM untuk keuntungan pribadi.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum yang terbukti melakukan praktik tersebut. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#BBM #spbu #Bondowoso