Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Progres Tambal Jalan Alternatif Usai Jembatan Sentong Bondowoso, Ditarget Rampung Sebelum Hari Raya Idul Fitri

Ilham Wahyudi • Senin, 9 Maret 2026 | 09:34 WIB

LEBIH MULUS: Petugas Gabungan menambal jalan alternatif di Desa Kembang yang banyak dikeluhkan pengendara.
LEBIH MULUS: Petugas Gabungan menambal jalan alternatif di Desa Kembang yang banyak dikeluhkan pengendara.

BONDOWOSO, Radar Ijen - Keluhan pengendara soal jalan alternatif yang sempit dan berlubang akhirnya direspons pemerintah daerah. Jalur pengalihan arus akibat penutupan Jembatan Sentong mulai diperbaiki dengan metode tambal sulam, Jumat (6/3).

Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai melakukan perbaikan pada sejumlah ruas jalan alternatif yang digunakan pengendara dari arah Jember–Bondowoso maupun sebaliknya.

Perbaikan dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang sempit dan berlubang setelah penutupan Jembatan Sentong.

Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, mengatakan perbaikan mulai dilakukan setelah pemerintah daerah mendapatkan dukungan material aspal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kita sudah mulai. Yang disampaikan Pak Wabup dan Pak Bupati, kita dapat support aspal dari provinsi,” katanya.

Menurutnya, perbaikan difokuskan pada ruas jalan yang menjadi jalur pengalihan arus kendaraan selama proses penggantian Jembatan Sentong berlangsung.

Ruas yang diperbaiki meliputi jalur, Tamanan–Kalianyar–Maesan–Grujugan–Tenggarang hingga Kebataan. Perbaikan dilakukan dengan metode tambal sulam menggunakan aspal drum. “Tambal sulam. Hanya aspal drum saja,” ujarnya.

Ansori menjelaskan, selain aspal, terdapat material pendukung lain yang juga dibutuhkan dalam proses perbaikan jalan tersebut.

Material tersebut akan dipenuhi melalui pengadaan oleh pemerintah daerah. Ia menargetkan perbaikan jalan alternatif tersebut dapat selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Sebelumnya, sebelum aspal tiba, sejumlah lubang di jalan ditutup menggunakan material sirtu (pasir batu) yang dipadatkan.

Langkah itu dilakukan agar jalan tidak terlalu membahayakan pengguna jalan.

“Itu kan kita dalam rangka agar tidak jeglong saja. Kami sambil menunggu distribusi aspal dari provinsi,” jelasnya.

Ansori mengakui sebagian ruas jalan di jalur alternatif tersebut kondisinya cukup parah.

Namun, untuk sementara dilakukan penanganan darurat sembari menunggu perbaikan lebih permanen.

Perbaikan jalur alternatif ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat selama penutupan Jembatan Sentong sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jembatan #BSBK #jalan #Bondowoso