KARANGANYAR, Radar Ijen - Menyambut Ramadan 1447 Hijriah/2026, ratusan warga Desa Karanganyar, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, memadati pemakaman umum desa setempat, Minggu (15/2).
Mereka tak datang sendiri-sendiri seperti biasanya. Sekitar 300 orang mengikuti Kosar Agung atau Nyekar Agung, tradisi ziarah kubur massal yang sudah berjalan sembilan tahun terakhir.
Sejak pagi, warga laki-laki dan perempuan membawa sapu, cangkul kecil, hingga ember air. Mereka membersihkan makam keluarga dan leluhur secara gotong royong.
Rumput liar dipangkas, nisan dibersihkan, sampah diangkut. Suasana yang biasanya hening berubah menjadi hangat oleh kebersamaan.
Inisiatif ini digagas Remaja Masjid Jami’ Al-Istiqomah. Kemudian diikuti oleh ratusan warga sekitar.
Ketua Remas, Zainullah, mengatakan bahwa Kosar Agung menjadi ruang kolektif bagi warga untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci.
"Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tawasul dan surah Yasin. Jemaah bersama-sama memohon ampunan dan rahmat Allah SWT, serta memohon keselamatan dan keberkahan bagi umat Islam dan seluruh alam," jelasnya.
Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar ziarah kubur. Ada nilai spiritual dan sosial yang ingin dibangun.
Kosar, doa bersama, dan tausiah singkat dari tokoh agama menjadi pengingat tentang kematian, sekaligus ajang mempererat silaturahmi antar warga.
Biasanya, nyekar menjelang Ramadan dilakukan secara individu atau per keluarga. Namun melalui Kosar Agung, seluruh lapisan masyarakat, orang tua, pemuda, hingga anak-anak, berkumpul dalam satu momentum yang sama.
Zainullah menegaskan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tentang tata cara ziarah kubur yang benar. Tokoh agama dan takmir masjid memberikan tausiah singkat agar tradisi tetap berada dalam koridor syariat dan membawa manfaat spiritual.
Dia berharap tradisi ini terus lestari dan menjadi bagian dari identitas sosial-keagamaan warga Karanganyar.
"Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi tradisi yang baik di masyarakat," pungkasnya. (*)
Editor : M. Ainul Budi