BADEAN, Radar Ijen - Ancaman lonjakan harga beras jelang Ramadan dan Lebaran 2026 diantisipasi lebih awal.
Perum Bulog Cabang Bondowoso–Situbondo mempercepat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sekaligus menyiapkan operasi pasar hingga tingkat kecamatan.
Langkah ini menyusul perpanjangan penugasan SPHP oleh Badan Pangan Nasional hingga 28 Februari 2026, setelah sebelumnya berakhir pada 31 Januari.
Kepala Perum Bulog Bondowoso–Situbondo Hesty Retno Kusumastuti mengatakan, informasi perpanjangan penugasan diterima secara resmi dari Direksi Perum Bulog.
“Penugasan SPHP diperpanjang lagi sampai 28 Februari 2026,” katanya.
Dengan perpanjangan tersebut, Bulog langsung menggenjot distribusi beras SPHP ke masyarakat untuk meredam gejolak harga di tengah meningkatnya kebutuhan.
“Kami akan melakukan percepatan penyaluran SPHP supaya stabilisasi harga beras, untuk Ramadan dan Lebaran tidak perlu dikhawatirkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya SPHP, Bulog juga menyiapkan operasi pasar rutin yang digelar di setiap kecamatan.
Pola ini disusun bersama Diskoperindag agar akses pangan murah lebih dekat ke masyarakat.
“Kami akan susun kegiatan operasi pasar per kecamatan, supaya masyarakat tidak terbebani ongkos transportasi yang mahal. Titik-titiknya nanti disepakati bersama pemerintah daerah,” tuturnya.
Dalam operasi pasar tersebut, Bulog menyalurkan beras SPHP dengan HET Rp12.500 per kilogram, MinyaKita Rp15.700 per liter, serta gula pasir Rp16.500 per kilogram.
“Kami berharap dengan operasi pasar rutin dan penugasan SPHP ini, harga pangan tetap stabil dan masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya dengan mudah,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi