Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

One Gate Sistem Bisa Minimalisir Kebocoran Pajak di Bondowoso?

Faqih Humaini • Senin, 8 Desember 2025 | 23:12 WIB
Ilustrasi PAD. (doc.Wartakota)
Ilustrasi PAD. (doc.Wartakota)

KOTA KULON, Radar Ijen - Penerapan One Gate System Parking di sejumlah titik strategis di Bondowoso diakui mampu menekan kebocoran pajak daerah.

Sistem yang telah berjalan di RSUD dr. Koesnadi, City Plaza, dan KDS ini dinilai memperkuat transparansi sekaligus memperbaiki akurasi pengawasan omzet parkir yang dilaporkan setiap hari oleh pengelola.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso, Slamet Yantoko, mengatakan bahwa seluruh pembayaran parkir saat ini telah dilakukan secara digital dan non-tunai, sehingga risiko kebocoran dapat ditekan secara maksimal.

“One gate system dan digitalisasi membuat alurnya jauh lebih bersih. Pajak 10 persen sudah otomatis tercakup dalam tarif layanan, dan sejauh ini tidak ada celah kebocoran,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Bapenda secara rutin mengirimkan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPPD) kepada pengelola parkir setiap bulan.

Selain itu, laporan omzet yang dikirimkan harian menjadi dasar pemantauan yang jauh lebih akurat dibandingkan metode manual. Sistem ini memungkinkan Bapenda melakukan verifikasi real time terhadap pendapatan yang harus disetor.

Seluruh pembayaran pajak parkir disalurkan langsung ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) melalui Bank Jatim sesuai jenis pajaknya masing-masing.

Dengan transaksi yang sepenuhnya non-tunai, potensi manipulasi data maupun penyimpangan menjadi semakin kecil.

Slamet menyebut mekanisme ini sebagai penguatan penting dalam tata kelola pendapatan daerah.

Berdasarkan laporan hingga Oktober 2024, omzet parkir tercatat stabil. RSUD dr. Koesnadi mencatat sekitar Rp8 juta per bulan, KDS sekitar Rp4 juta, dan City Plaza mencapai Rp6 juta.

Seluruh angka tersebut terekam otomatis dalam sistem elektronik yang digunakan pengelola.

“Angkanya jelas dan terpantau setiap hari. Itu menunjukkan sistem digital berjalan efektif,” kata Slamet.

Ia memastikan bahwa target implementasi one gate system pada 2024 telah tercapai sepenuhnya di tiga lokasi tersebut.

Selanjutnya, Bapenda akan memperluas integrasi digital untuk memperkuat pengawasan pajak daerah dari sektor lain yang dinilai memiliki potensi besar.

“Digitalisasi ini akan terus kami dorong. Semakin terintegrasi, semakin mudah memantau,” tegasnya.

Slamet menambahkan bahwa manfaat terbesar dari sistem ini bukan hanya pada meningkatnya ketertiban administrasi pajak, tetapi juga pada meningkatnya efisiensi pengelola parkir dan pemerintah.

“One gate system sangat memudahkan semua pihak dan memastikan pendapatan daerah aman serta transparan,” pungkasnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#pad #Bondowoso