Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Titik Terang Jalur Kereta Bondowoso? Moda Transportasi Sangat Terbatas, Reaktivasi Jalur Jember Panarukan Jadi Harapan Besar

Faqih Humaini • Senin, 6 Oktober 2025 | 04:03 WIB

 

HARUS BERSIAP: Salah satu bangunan warung yang berada di atas rel kereta Bondowoso. Bila nantinya reaktivasi jalur kereta akan aktif lagi, seluruh bangunan di atas tanah PT KAI tentu wajib steril.
HARUS BERSIAP: Salah satu bangunan warung yang berada di atas rel kereta Bondowoso. Bila nantinya reaktivasi jalur kereta akan aktif lagi, seluruh bangunan di atas tanah PT KAI tentu wajib steril.

radar jember - Reaktivasi jalur kereta Bondowoso tampaknya akan memasuki titik terang kejelasan.

Sebab, informasi dari pusat, sebelumnya Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan mencatat masih ada ribuan kilometer jalur kereta api yang saat ini tidak beroperasi alias nonaktif.

Pemerintah sendiri sudah memiliki rencana untuk menghidupkan kembali beberapa jalur tersebut, namun masih terkendala anggaran.

Informasi yang dihimpun dari DJKA, jalur-jalur yang tak lagi beroperasi tersebut sebenarnya sudah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) hingga tahun 2030.

Dalam dokumen perencanaan tersebut, ada sederet proyek reaktivasi yang disiapkan, termasuk di Pulau Jawa dan Sumatera.

Revitalisasi jalur lama tetap menjadi bagian dari prioritas jangka panjang sektor perkeretaapian nasional. Beberapa jalur sudah menjadi target reaktivasi. Total ada 13 rencana reaktivasi jalur KA. Dari 13 jalur itu, salah satunya adalah Kalisat (jember) – Panarukan (Situbondo).

Dengan tentunya melewati Kabupaten Bondowoso. Dengan rencana itu, dinilai menjadi salah satu solusi strategis atas minimnya layanan angkutan umum bagi masyarakat di wilayah tapal kuda tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, mengakui bahwa ketersediaan transportasi umum di daerahnya masih sangat terbatas.

Bahkan, untuk perjalanan antarwilayah seperti Bondowoso–Jember atau sebaliknya, moda angkutan umum yang beroperasi secara permanen hampir tidak ada.

“Harus kita akui bersama, khusus angkutan umum masyarakat di Bondowoso hampir tidak ada. Ada, tapi sangat terbatas,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan konektivitas dan mobilitas warga.

Baca Juga: Sekda Bondowoso: Penyegaran Birokrasi Belum Tuntas, 14 Jabatan Masih Kosong

Karena itu, Bupati Bondowoso mengusulkan opsi reaktivasi jalur kereta api sebagai salah satu langkah realistis dan berkelanjutan.

“Salah satu opsi yang disampaikan Pak Bupati adalah reaktivasi jalur KAI Kalisat–Bondowoso–Panarukan. Rutenya masih ada dan masih bagus,” jelasnya.

Fathur menegaskan, pemerintah daerah telah menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat terkait wacana reaktivasi tersebut.

Proses koordinasi itu, menurutnya, menunjukkan keseriusan Pemkab Bondowoso dalam memperjuangkan akses transportasi publik yang layak bagi warganya.

“Komunikasi kami dengan pemerintah pusat sudah ada, dan itu intensif kami lakukan,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan, jika jalur kereta tersebut kembali diaktifkan, dampaknya tidak hanya pada sektor transportasi, melainkan juga pada perekonomian daerah.

Mobilitas barang dan jasa akan lebih lancar, termasuk potensi wisata yang akan semakin berkembang karena konektivitas antarwilayah semakin mudah dijangkau.

Sekda juga menyinggung keterbatasan infrastruktur Bondowoso dibandingkan daerah tetangga seperti Banyuwangi, Jember, dan Situbondo.

“Kabupaten tetangga punya keunggulan, Banyuwangi dan Jember punya bandara, Situbondo punya exit tol dan dermaga. Tapi bahasa bijaknya, dalam satu keterbatasan tersimpan satu kekuatan,” ujarnya optimistis.

Fathur menambahkan, meski segala proses teknis reaktivasi masih menunggu arahan dari pemerintah pusat, pihaknya akan terus berupaya dan menjaga komunikasi lintas lembaga agar harapan tersebut bisa segera terwujud.

“Kami tidak boleh kecil hati. Ini menjadi tantangan dan semangat bagi kami untuk terus memperjuangkan agar Bondowoso punya akses transportasi publik yang memadai,” pungkasnya. (bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #kalisat #Jalur #reaktivasi #panarukan #Kereta #DJKA #Bondowoso