Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kesiapan Revalidasi Ijen Geopark Dibahas, DPRD Bondowoso Minta Harus Segera Lengkapi Catatan Kesiapan

Faqih Humaini • Rabu, 16 Juli 2025 | 17:01 WIB

 

INDAH: aliran kawah ijen Bondowoso membentang luas, (FAQIH/RJ)
INDAH: aliran kawah ijen Bondowoso membentang luas, (FAQIH/RJ)

Tenggarang, Radar Ijen - Rapat evaluasi revalidasi UNESCO Global Geopark antara Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG), Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), serta Komisi III DPRD Bondowoso menghasilkan sejumlah catatan strategis.

Dalam pertemuan tersebut, Bondowoso dinilai lebih siap dalam menghadapi revalidasi dibandingkan daerah tetangganya, Banyuwangi.

Namun begitu, masih ada kekurangan yang harus dilengkapi. Salah satunya pemberdayaan mastarakat.

Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, yang juga penggagas awal terbentuknya Ijen Geopark, menyampaikan bahwa hasil evaluasi menunjukkan progres signifikan.

“Rapat tadi memberikan informasi valid dan menggembirakan. Dari sisi dokumen dan tata kelola, Bondowoso lebih lengkap dan siap menghadapi revalidasi dibandingkan Banyuwangi,” tegas Sinung, Senin (15/7).

Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa kekurangan yang harus segera dikejar dalam jangka pendek hingga Januari 2026.

Salah satu catatan penting adalah pemberdayaan masyarakat di kawasan geopark, khususnya dalam aspek pelestarian alam dan budaya serta dampaknya terhadap kesejahteraan warga sekitar.

“Pemberdayaan ini menjadi catatan serius, karena erat kaitannya dengan keberlanjutan geopark. Sejauh mana masyarakat merasakan manfaat langsung dari keberadaan geopark ini akan sangat menentukan penilaian UNESCO,” tambahnya.

Menurut Sinung, kekurangan tersebut masih bisa diperbaiki dengan kerja cepat lintas sektor.

Rapat juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur, seperti jalan dan penunjuk arah di kawasan sentra geopark. Kecamatan Ijen, Sumberwringin, Sukosari, dan Tlogosari menjadi fokus utama peningkatan akses jalan.

Infrastruktur yang layak dinilai sangat berpengaruh terhadap poin dalam revalidasi UNESCO.

“Perlu kami tegaskan bahwa infrastruktur akan menjadi prioritas di P-APBD. Anggaran harus dicukupkan, terutama untuk mendukung kawasan strategis geopark. Kami juga dorong realisasi kerja sama dengan Medco sesuai perjanjian yang ada,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Pemkab Bondowoso melalui lintas OPD yang tergabung dalam 16 pengampu geopark akan segera menyusun langkah percepatan perbaikan.

Hasil revalidasi ini akan menentukan status Ijen Geopark sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark untuk tiga tahun ke depan. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Ijen Geopark #Ijen #Bondowoso