Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kolaborasi Negara dan Petani, Kopi Ijen Bondowoso Disiapkan Jadi Komoditas Strategis Nasional

Faqih Humaini • Kamis, 26 Juni 2025 | 22:19 WIB
MEMILAH: petani kopi usai memetik kopi arabica khas Bondowoso (FAQIH/RJ)
MEMILAH: petani kopi usai memetik kopi arabica khas Bondowoso (FAQIH/RJ)

IJEN, Radar Jember -  Pemerintah bersama BUMN kini serius menjadikan kopi sebagai komoditas strategis nasional.

Hal itu ditegaskan dalam kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, saat menghadiri Panen Raya Kopi Ijen di Java Coffee Estate, Kecamatan Sempol, Bondowoso, pada Selasa (24/6).

Kegiatan ini menandai langkah nyata kolaboratif antara negara, PTPN I, dan ribuan petani dalam membangun ekosistem kopi dari hulu ke hilir.

Wapres Gibran menyampaikan bahwa penguatan peran petani harus menjadi prioritas dalam proses hilirisasi industri kopi.

Dalam dialognya, ia mendorong terbentuknya kelembagaan ekonomi rakyat, seperti Koperasi Merah Putih, yang akan mempermudah pembiayaan dan memperkuat pemasaran produk kopi berbasis komunitas.

“Negara hadir tidak hanya sebagai regulator, tapi sebagai fasilitator dan akselerator kesejahteraan petani,” tegas Gibran.

Di sisi lain, PTPN I melalui Direktur Utamanya, Teddy Yunirman Dannas, menjelaskan bahwa langkah ekspansi kopi tak bisa dilakukan sendiri.

Kemitraan dengan petani rakyat mutlak dibutuhkan.

Oleh karena itu, pelatihan budidaya intensif, bantuan peralatan produksi, dan peningkatan kapasitas koperasi petani akan menjadi skema utama dalam roadmap ekspansi kopi nasional yang dicanangkan PTPN.

Java Coffee Estate menjadi percontohan kawasan kopi modern yang menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi perkebunan.

Dengan lahan seluas ±15.600 hektare, kawasan ini menjadi penghubung penting dalam rantai pasok kopi berkualitas ekspor.

Wapres bahkan menyebutkan bahwa kopi Indonesia harus menjadi kebanggaan global, bukan hanya dari kualitas tetapi juga dari cerita dibalik proses produksinya.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga memberikan apresiasi terhadap pengelolaan kopi yang dilakukan PTPN I dan para petani.

Ia menilai, ekspor dalam bentuk produk siap konsumsi dengan brand Indonesia jauh lebih berdampak dibandingkan ekspor bahan mentah.

“Kita butuh lebih dari sekadar kopi enak, kita butuh cerita dan nilai tambah yang membuat kopi Indonesia tak terlupakan di pasar dunia,” ujarnya.

Selain agenda utama panen raya, Wapres turut menyalurkan bantuan sosial berupa 500 paket sembako kepada lansia serta 50 ekor domba untuk para mitra peternak.

Ini mencerminkan integrasi pendekatan sosial dan ekonomi yang dilakukan pemerintah dalam mengembangkan sektor-sektor unggulan di desa.

Kunjungan Wapres dan keterlibatan aktif BUMN ini menjadi penanda bahwa pengembangan kopi bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal kedaulatan pangan, keadilan ekonomi, dan kebanggaan nasional.

Sinergi lintas sektor diyakini mampu mempercepat transformasi industri kopi, menjadikan Bondowoso sebagai simpul penting dalam kebangkitan kopi Indonesia. (faq)

Editor : M. Ainul Budi
#Pemkab Bondowoso #Wapres Gibran Rakabuming Raka #bupati bondowoso #Wapres RI #ptpn 1 regional 5 #Gibran Rabuming Raka