radar jember - Kabupaten Bondowoso dikenal akan sejarah panjangnya yakni Gerbong Maut.
Peristiwa tragis para tahanan Indonesia yang dibawa Belanda dengan gerbong kecil dari Bondowoso menuju Surabaya.
Pada tanggal 22 November 100, pejuang republik yang ditahan di penjara Bondowoso dipersiapkan untuk dipindahkan ke Surabaya.
Keesokan harinya, pada pukul 05.15 para pejuang ini disuruh berbaris di depan penjara Bondowoso dalam empat banjar. Mereka kemudian diperintahkan berjalan ke stasiun kereta api Bondowoso.
Di sepanjang perjalanan, teriakan minta air terdengar dari dalam ketiga gerbong itu. Gerbong-gerbong itu terbuat dari bahan seng, sehingga menyerap panas siang hari.
Ditambah lagi gerbong yang sempit dan diisi berjejal dengan manusia itu tidak memiliki ventilasi yang baik, sehingga oksigen di dalam gerbong menjadi terbatas.
Setelah kurang lebih dua belas jam perjalanan, pada pukul 19.15, kereta tiba di stasiun Wonokromo Surabaya.
Gembok gerbong tawanan dibuka dan terlihatlah keadaan yang memilukan. Di gerbong pertama, seluruh tawanan ditemukan dalam keadaan hidup namun lemas dan tidak berdaya. Di gerbong kedua keadaan lebih parah dengan delapan orang pejuang gugur.
Di gerbong kedua keadaan lebih parah dengan delapan orang pejuang gugur. Keadaan paling mengenaskan terjadi di gerbong ketiga, seluruh tawanan ditemukan dalam keaadaan meninggal dalam kondisi kulit seperti terbakar.
Total pejuang yang gugur ada 46 orang. Dalam keadaan yang lemas tawanan yang masih hidup kemudian diperintahkan untuk mengeluarkan rekannya yang meninggal.
Peristiwa ini penting dalam sejarah Indonesia untuk mengingat besarnya jasa para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, peristiwa ini juga menunjukkan betapa dalam perang manusia dapat bertindak dengan kejam.
Editor : M. Ainul Budi