SUMBERWRINGIN, Radar Ijen - Ada kabar baik untuk para pehobi mendaki gunung. Para pendaki kini bisa menyalurkan hobinya mendaki Gunung Raung melalui Bondowoso. Pasalnya, pendakian yang sebelumnya masih ilegal kini telah dilegalkan, setelah disepakati kerja samanya antara Desa Sumberwringin dengan Perhutani.
Kepala Desa/Kecamatan Sumberwringin Dedi Hendriyanto menyatakan, jalur pendakian ke Gunung Raung yang lewat wilayahnya sudah berizin. Dia bersyukur jalur pendakian yang termasuk dalam kawasan Perhutani tersebut kini bisa menjadi jalur resmi pendakian ke Gunung Raung. "Ini adalah jalur milik Perhutani sampai puncak (Gunung Raung, Red) sana," ujar pria yang akrab disapa Hendri tersebut.
Bukan tanpa alasan, Hendri bersama kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat akan menjadikan pendakian Gunung Raung itu sebagai wisata andalan desanya. Sebab, menurutnya wisata pendakian kini memiliki banyak peminat. "Sebenarnya ini (pendakian, Red) menjadi titik tumpuan pertamanya (wisata, Red). Sebab, pendakian itu kan tidak ada matinya," ujarnya.
Dia bercerita, sebelum akhirnya pendakian ke Gunung Raung itu dikelola pihaknya, banyak pendaki yang tidak teregistrasi. Akhirnya tidak terkelola dengan baik. "Ini sudah kami urusi perjanjian kerja samanya dengan baik, dengan Perhutani. Alhamdulillah, Perhutani menyambut dengan baik," tuturnya.
Hendri juga menjelaskan, pihaknya telah menjalin kesepakatan dengan Perhutani dalam beberapa hal. Terutama terkait izin pendakian melalui jalur tersebut. "Alhamdulillah, sudah disepakati. Ada beberapa hal yang disepakati bersama. Termasuk asuransi sudah dijalankan dan kerja samanya sudah jelas. Jadi, resmi lah (jalur pendakiannya, Red)," ungkapnya.
Menurut dia, jalur pendakian ke Gunung Raung via Sumberwringin merupakan jalur pendakian Gunung Raung yang pertama. Sebelum di Banyuwangi ada, di Bondowoso sudah terlebih dahulu ada. "Sebelum pendakian yang di Banyuwangi ada, lebih dulu yang di sini. Ini pendakian warisan zaman Belanda dulu," tuturnya.
Dia pun bersyukur jalur pendakian itu akhirnya mencapai titik kerja sama. Sebab, pendakian ini akan menjadi titik tumpuan pariwisata Desa Sumberwringin. Apalagi, setelah gagal meraih 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, tahun depan akan ikut lagi dengan persiapan yang lebih matang. Termasuk dalam jalur pendakian Gunung Raung. (hlb/c2/aro)
Editor : Radar Digital