Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ki Ronggo Assra: Perjalanan Sejarah dan Kepemimpinan dalam Pembentukan Bondowoso

Radar Digital • Minggu, 19 November 2023 | 02:10 WIB
LOKASI SEJARAH: Kondisi atap bangunan makam Ki Ronggo yang berada di Sekarputih, Kecamatan Tegalampel. Beberapa waktu lalu atap bangunan itu sempat rusak akibat angin kencang.
LOKASI SEJARAH: Kondisi atap bangunan makam Ki Ronggo yang berada di Sekarputih, Kecamatan Tegalampel. Beberapa waktu lalu atap bangunan itu sempat rusak akibat angin kencang.

RADARJEMBER.ID – Ki Ronggo Assra merupakan figur penting dalam sejarah Bondowoso. Ia memiliki latar belakang keluarga yang berkaitan erat dengan pemerintahan lokal, termasuk melalui hubungan keluarga dengan Demang Walikromo dan Tjakraningrat Bangkalan.

Ki Ronggo juga merupakan Bupati pertama yang memimpin kota yang memiliki julukan kota tape tersebut.

Kehidupannya penuh dengan perjuangan politik dan pengabdian untuk memperluas dan membangun wilayah kekuasaan.

Pada tahun 1743 telah terjadi pemberontakan yang berujung pada kematian Adikoro IV dalam pertempuran.

Peristiwa ini menciptakan situasi politik yang tidak stabil dengan perebutan kekuasaan terus-menerus.

Ki Ronggo sebagai salah satu keluarga yang terlibat kemudian dibawa lari oleh Nyi Sedabulangan untuk menjaga keselamatannya.

Di bawah pengawasan Ki Patih Alus, Ki Ronggo mendapatkan pendidikan yang meliputi ilmu bela diri dan agama. Setelah menikah dan mendapat tugas untuk menemukan kawasan strategis yang kemudian dikenal sebagai Bondowoso.

Pada tahun 1794, ia diangkat sebagai demang di Bondowoso dan berhasil mengembangkan wilayah tersebut.

Puncak dari perjalanannya adalah pada tanggal 17 Agustus 1819 ketika wilayah Bondowoso dinyatakan lepas dari Besuki dengan bantuan Adipati Besuki R. Aryo yang mendapatkan kepercayaan dari Gubernur Hindia Belanda.

Ki Ronggo tetap ditunjuk sebagai penguasa wilayah Bondowoso dan pemimpin agama dengan gelar M. Ng. Kertonegoro Ronggo I yang ditandai dengan penyerangan Tombak Tunggul Wulung.

Masa kepemimpinan Ki Ronggo berlangsung dari 1819 sampai 1830 dengan daerah kekuasaannya meliputi Bondowoso dan Jember.

Setelah wafat pada 11 Desember 1854, Ki Ronggo dimakamkan di atas bukit kecil di Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel, Kota Bondowoso.

Makamnya menjadi tempat yang dihormati. Selain itu, makamnya juga menjadi situs yang kerap dikunjungi oleh warga sebelum peringatan hari jadi Bondowoso.

Kisah Ki Ronggo Assra mencerminkan perjuangan, kepemimpinan, dan kontribusinya dalam membangun Bondowoso serta warisan yang masih dihormati dan diingat oleh masyarakat setempat hingga kini. (mm6/bud)

Editor : Radar Digital
#Kabupaten Bondowoso #sejarah #Bondowoso