Setiap harinya, hewan kurbannya laris. Terjual hingga 45 ekor. Penjualan dilakukan secara resmi, dengan adanya surat izin yang diberikan oleh Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Perikanan dan Peternakan Bondowoso.
Haris menyampaikan, ribuan kambing kurban yang dijual sudah menjadi kebiasaan tahunannya sejak 1985. Hingga saat ini dia sudah mampu mengembangkan. “Setiap tahun kurang lebih seribu ekor yang selalu kami siapkan di sini,” ucapnya.
Larisnya penjualan kambing yang disediakan itu murni karena kepercayaan masyarakat pada kualitas kambing yang dijualnya. Selain sehat, kambing juga dijual dengan harga standar. Sebab, dirinya juga menyesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini sedang merosot. “Harganya bervariasi, mulai Rp 1,5 hingga Rp 5 juta,” ucapnya.
Pria asal Pamekasan, Madura, itu menuturkan, penjualan tak hanya dilakukan di dalam kabupaten. Ada yang dikirim ke luar daerah hingga ratusan ekor. Namun, pengirimannya sedikit tersendat. Lantaran adanya virus PMK yang membuat persyaratan semakin sulit. “Kalau di Bondowoso sendiri lumayan stabil,” ungkapnya.
Pengiriman ke luar daerah antara lain Surabaya, Gersik, dan Malang. Pengiriman dilakukan melalui kendaraan Fuso hingga tiba di lokasi tujuan. Satu kendaraan mampu menampung hingga 150 ekor kambing. “Saat ini pengiriman luar kota tembus hingga 700 ekor,” terangnya.
Ribuan kambing tersebut mayoritas hasil ternak pribadinya. Hanya terdapat beberapa ekor kambing yang dibeli dari masyarakat untuk melengkapi kekurangan jatah kambing yang biasa dia sediakan dalam setiap tahunnya. “Setiap tahun bukan hanya habis, malah kurang,” bebernya. (mg5/c2/fid)
Editor : Safitri