BACA JUGA : Putra Daerah Jember Berkarya Bangun Pariwisata & Perhotelan di Indonesia
Pengambilan api dilakukan pada Senin (20/6) pukul 1.00. Untuk mengambil api tersebut, butuh perjuangan dengan mendaki gunung selama berjam-jam. Wakil Ketua Umum III KONI Jatim Dedy Suhayadi menegaskan, pengambilan api Porprov dari Kawah Ijen karena Bondowoso menjadi salah satu tuan rumah. Hal yang paling istimewa Bondowoso memiliki gunung berapi yang memiliki blue fire.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Salwa Arifin menyebut, api Porprov yang diambil langsung dari Kawah Ijen merupakan api yang cukup langka. Mengingat, di dunia hanya ada dua tempat yang memiliki blue fire. “Hanya ada dua blue fire di dunia ini. Yaitu satu dari Bondowoso, satunya lagi di Islandia," tegasnya.
Perlu diketahui, blue fire atau api biru sejatinya merupakan hasil reaksi dari gas bumi yang bertemu dengan oksigen pada suhu tertentu. Sehingga menghasilkan warna biru yang menawan dan menjadi tujuan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Kawah Ijen.
Sekretaris Daerah Bondowoso Bambang Soekwanto mengatakan, dengan pengambilan api biru di Kawah Ijen, diyakini dapat memberikan dampak positif bagi Bondowoso dan Banyuwangi. Mengingat, Kawah Ijen memang berada di antara dua kawasan tersebut. "Besok (hari ini, Red) kami kirab lagi ke arah timur. Menuju perbatasan dengan Kabupaten Situbondo," pungkasnya. (ham/c2/dwi)
Editor : Safitri