Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Delapan Bulan Lebih Jembatan Utama di Bondowoso Ini Ditutup, Sekarang Pengendara Tak Perlu Memutar

Faqih Humaini
Penulis: Faqih Humaini❯
Petugas saat menyelesaikan pekerjaan jembatan sentong (ILHAM/RJ)
Petugas saat menyelesaikan pekerjaan jembatan sentong (ILHAM/RJ)

Advertisement

 

NANGKAAN, Radar Ijen – Dibukanya kembali Jembatan Sentong disambut gembira oleh masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang selama ini harus mencari jalur alternatif. Setelah lebih dari delapan bulan ditutup untuk pengerjaan, akses tersebut akhirnya bisa kembali dilalui kendaraan pada Jumat (6/11). Pengendara pun menyambut positif karena perjalanan kini lebih praktis tanpa harus memutar cukup jauh.

Salah satu pengendara asal Kelurahan Gadingsari, Kecamatan Curahdami, Solihuddin, mengaku bersyukur setelah mengetahui jembatan tersebut mulai dibuka. Menurutnya, selama penutupan berlangsung, masyarakat harus menyesuaikan perjalanan dengan kondisi akses alternatif yang tersedia. Hal itu tentu berdampak terhadap waktu tempuh maupun pengeluaran sehari-hari.

Advertisement

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena jembatan ini sudah bisa dilewati lagi. Sudah delapan bulan lebih ditutup, sehingga selama ini kalau mau melintas harus memutar," ungkapnya.

Dia menilai, dibukanya kembali Jembatan Sentong memberikan kemudahan tersendiri bagi masyarakat yang memiliki aktivitas rutin di sekitar kawasan tersebut. Terlebih bagi pengendara yang setiap hari menggunakan kendaraan untuk bekerja maupun memenuhi kebutuhan lainnya. Jalur yang sebelumnya harus ditempuh dengan memutar kini dapat kembali dilalui secara langsung.

Advertisement

Selain menghemat waktu perjalanan, keberadaan akses tersebut juga dinilai mampu menekan pengeluaran bahan bakar minyak (BBM). Sebab, selama jembatan ditutup, pengendara harus menempuh jarak tambahan untuk mencapai tujuan. Jika dilakukan berulang kali, kondisi tersebut tentu membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih banyak.

"Kalau harus memutar terus tentu lebih boros BBM. Sekarang sudah dibuka lagi, jadi perjalanan lebih dekat, lebih cepat, dan pengeluaran juga bisa lebih hemat," tuturnya.

Menurut Solihuddim, manfaat pembukaan jembatan tidak hanya dirasakan oleh pengendara yang melintas sesekali, tetapi juga masyarakat sekitar yang mobilitasnya berkaitan dengan akses tersebut.

Kemudahan perjalanan diharapkan dapat menunjang berbagai aktivitas warga, mulai dari bekerja, berbelanja, hingga keperluan lainnya. Karena itu, pembukaan kembali jembatan menjadi kabar yang cukup dinantikan masyarakat setelah berbulan-bulan harus menggunakan jalur alternatif.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Belum Terima Rp1 Juta, Pemuda Bondowoso Jadi Tersangka Kasus Video Al-Qur’an

Belum Terima Rp1 Juta, Pemuda Bondowoso Jadi Tersangka Kasus Video Al-Qur’an

Kasus video dugaan penistaan terhadap Al-Qur’an di Kabupaten Bondowoso memasuki tahap penanganan hukum.  Seorang pemuda berinisial AS, yang dalam pemberitaan kepolisian disebut bernama Alfan Sulleh, telah ditetapkan seb

5 Fakta Kasus Dugaan Penistaan Agama di Bondowoso, Polisi Telusuri Iming-Iming Rp1 Juta

5 Fakta Kasus Dugaan Penistaan Agama di Bondowoso, Polisi Telusuri Iming-Iming Rp1 Juta

Kasus dugaan penistaan agama yang terjadi di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menjadi sorotan masyarakat setelah beredarnya video yang diduga menunjukkan tindakan pelecehan terhadap Al-Qur'an di media sosial.  Menindakl

Iming-iming Rp1 Juta Berujung Kasus Hukum, Risiko Mengikuti Tantangan di Media Sosial

Iming-iming Rp1 Juta Berujung Kasus Hukum, Risiko Mengikuti Tantangan di Media Sosial

Tawaran imbalan uang di media sosial tidak selalu menghasilkan keuntungan.  Seorang pemuda di Kecamatan Tlogosari, Bondowoso, justru berhadapan dengan proses hukum setelah membuat video yang dinilai melecehkan Al-Qur'an

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer