Tak Cuma Kejar Angka Kelahiran Sapi, Program Mat Peci Bondowoso Diminta Benahi Ini!


Radar Ijen – Program Manajemen Ternak Pedet Dijual Cepat Jadi Induk (Mat Peci) yang digagas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso mendapat apresiasi dari kalangan legislatif.
Program tersebut dinilai mampu mendorong peningkatan populasi ternak sekaligus memperkuat posisi Bondowoso sebagai salah satu daerah lumbung ternak di Jawa Timur.
Anggota Komisi II DPRD Bondowoso, Andi Hermanto, menilai inovasi tersebut menjadi langkah positif untuk memulihkan populasi sapi yang sempat menurun akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Menurutnya, peran inseminator di lapangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Baca Juga: Satu Aplikasi Bisa Jelajahi Bondowoso, Promosi UMKM, Seni Budaya, hingga Sektor Pariwisata Tersaji
“Saya menganggap inovasi yang dilakukan pemerintah daerah saat ini sudah cukup bagus. Dengan adanya program ini, populasi ternak yang sebelumnya menurun akibat wabah PMK perlahan bisa ditingkatkan kembali,” ujarnya.
Dia menjelaskan, keberadaan inseminator membantu peternak memperoleh bibit ternak yang lebih berkualitas melalui penerapan inseminasi buatan (IB).
Metode tersebut juga semakin diminati karena peternak dapat menentukan pilihan varietas sesuai kebutuhan. Andi mencontohkan, peternak kini semakin terbiasa memanfaatkan layanan inseminasi buatan dibandingkan mengandalkan perkawinan alami.
Perubahan tersebut dinilai menjadi bagian dari perkembangan pola pengelolaan peternakan masyarakat. Meski demikian, Andi menekankan pentingnya pencatatan dan pelaporan hasil inseminasi secara menyeluruh.
Data mengenai jumlah ternak yang telah menjalani inseminasi hingga jumlah kelahiran perlu direkap secara berkala agar pemerintah memiliki gambaran yang akurat mengenai perkembangan populasi ternak.
“Diharapkan seluruh inseminator bisa melaporkan hasil kegiatannya secara keseluruhan, berapa yang sudah diinseminasi dalam satu bulan dan berapa yang berhasil dilahirkan. Kalau datanya akurat, kebijakan pemerintah daerah maupun provinsi bisa lebih tepat sasaran,” tegasnya.



