Penyusunan RDTR Tiga Kawasan Bondowoso, OPD Dituntut Sinkronkan Program Daerah


Radar Ijen – Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di tiga kawasan Kabupaten Bondowoso menjadi momentum untuk menyelaraskan program pembangunan lintas sektor.
Pemerintah daerah ingin memastikan rencana infrastruktur, pengembangan ekonomi, pertanian, hingga mitigasi bencana terintegrasi dalam satu perencanaan agar pemanfaatan ruang tidak tumpang tindih.
Plt Asisten I Setda Bondowoso Hendri Widotono mengatakan, penataan ruang harus menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Pertumbuhan ekonomi dan investasi, menurutnya, tidak boleh mengabaikan daya dukung lingkungan maupun ketertiban pemanfaatan wilayah.
“Penataan ruang adalah panglima pembangunan. Suatu daerah tidak akan bisa berkembang dengan tertib, terarah, dan berkelanjutan jika tidak memiliki dokumen kompas spasial yang jelas,” ujarnya.
Tiga wilayah yang menjadi sasaran penyusunan RDTR meliputi Prajekan-Klabang, Wonosari-Tapen, dan Maesan-Grujugan.
Menurut Hendri, dokumen tersebut tidak sekadar menjadi pelengkap administrasi, tetapi harus menjadi pedoman operasional dalam mengarahkan pembangunan sekaligus mengendalikan pemanfaatan ruang.
Karena itu, penyusunan RDTR membutuhkan dukungan data sektoral yang akurat dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Informasi mengenai rencana pembangunan jalan, drainase, persampahan, pertanian, hingga kawasan rawan bencana harus diselaraskan agar kebijakan tata ruang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lapangan.
Hendri meminta setiap OPD aktif menyampaikan data terbaru sebagai bahan penyusunan dokumen tersebut.



