Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Bondowoso Usulkan Tambahan Kuota LPG Jelang Ramadan

Ilham Wahyudi
Penulis: Ilham Wahyudi❯

DIPANTAU: Sejumlah petugas gabungan di Bondowoso melihat secara langsung ketersediaan Gas Melon beberapa waktu lalu.(DOK RADAR IJEN)
DIPANTAU: Sejumlah petugas gabungan di Bondowoso melihat secara langsung ketersediaan Gas Melon beberapa waktu lalu.(DOK RADAR IJEN)


Advertisement

RADAR JEMBER – Stok gas melon kembali jadi perhatian.

Pemkab Bondowoso mengusulkan penambahan kuota LPG 3 kilogram hingga 20.480 metrik ton pada 2026, menyusul kebutuhan warga yang terus naik dan potensi lonjakan konsumsi jelang Ramadan dan lebaran.

Usulan itu disampaikan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada Pertamina, menyusul kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Advertisement

Total kuota yang diusulkan mencapai 20.480 metrik ton.

Angka itu naik signifikan dibandingkan alokasi 2025 yang sebesar 18.613 metrik ton, atau rata-rata sekitar 1.500 metrik ton per bulan.

Dengan usulan baru ini, kebutuhan bulanan diperkirakan berada di kisaran 1.700 metrik ton.

Advertisement

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso, Agung Nurhidayat, menjelaskan bahwa pengajuan kuota tersebut telah dilakukan sejak akhir 2025 dan hingga kini masih berstatus usulan.

“Kalau batasan sebenarnya tidak ada. Kami pemerintah di akhir tahun 2025 sudah mengusulkan kuota LPG 3 kilogram untuk tahun 2026 sekitar 20.480 metrik ton,” ujarnya.

Selain mengusulkan kuota tahunan, Pemkab juga menyiapkan langkah antisipatif menghadapi lonjakan konsumsi saat hari besar keagamaan.

Koordinasi telah dilakukan dengan Pertamina dan Hiswana Migas untuk menambah kuota fakultatif sebagai stok pengaman.

“Biasanya menjelang hari besar keagamaan kami mengusulkan tambahan kuota fakultatif,” ucapnya.

Terkait laporan tabung kosong di sejumlah wilayah, Agung menegaskan hal itu bukan disebabkan kekurangan kuota, melainkan keterlambatan distribusi di tingkat bawah.

Karena itu, Pemkab terus berkoordinasi agar penambahan stok fakultatif bisa segera direalisasikan.

Pemkab Bondowoso juga akan memperketat pengawasan distribusi LPG bersubsidi menjelang hari besar keagamaan.

Tim gabungan yang melibatkan Diskoperindag, aparat penegak hukum, dan instansi terkait akan diterjunkan untuk memastikan distribusi tepat sasaran. 

“Seperti biasanya, mendekati hari besar keagamaan monitoring akan lebih intens. Nanti ada tim gabungan untuk memastikan distribusi berjalan lancar,” tandasnya. (ham/fid)

 

Advertisement
Editor : Adeapryanis

Artikel Terkait

Rumah Warga Tamanan Terbakar, Hampir 40 Persen Bangunan Hangus Dilalap Api, Begini Kondisinya

Rumah Warga Tamanan Terbakar, Hampir 40 Persen Bangunan Hangus Dilalap Api, Begini Kondisinya

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Togog, ayah dari pemilik rumah. Saat melihat kondisi sekitar, api sudah membesar di bagian gudang dan mulai merambat ke sejumlah bagian bangunan

Delapan Bulan Lebih Jembatan Utama di Bondowoso Ini Ditutup, Sekarang Pengendara Tak Perlu Memutar

Delapan Bulan Lebih Jembatan Utama di Bondowoso Ini Ditutup, Sekarang Pengendara Tak Perlu Memutar

dibukanya kembali Jembatan Sentong memberikan kemudahan tersendiri bagi masyarakat yang memiliki aktivitas rutin di sekitar kawasan tersebut.

Jembatan Sentong Bondowoso Sudah Bisa Dilalui Kendaraan,  Arus Lalu Lintas Masih Dievaluasi

Jembatan Sentong Bondowoso Sudah Bisa Dilalui Kendaraan,  Arus Lalu Lintas Masih Dievaluasi

kembali berfungsinya Jembatan Sentong dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam beraktivitas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer