Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Seleksi Calon Perangkat Desa di Bondowoso Diduga Ada Kecurangan

Faqih Humaini
Penulis: Faqih Humaini❯

NETIZEN: Detik-detik terjadinya protes salah satu peserta calon perangkat desa Sumber Salam, Jumat (23/1)
NETIZEN: Detik-detik terjadinya protes salah satu peserta calon perangkat desa Sumber Salam, Jumat (23/1)


Advertisement

RADAR JEMBER -  Proses pengisian perangkat Desa Sumber Salam, Kecamatan Tenggarang, menuai sorotan setelah muncul dugaan kecurangan dalam tahapan seleksi Kepala Dusun (Kadus) Karang Arah.

Sejumlah kejanggalan disebut terjadi saat pelaksanaan ujian tertulis yang digelar pada siang hari sekitar pukul 13.15 WIB.

Seleksi tersebut diikuti beberapa peserta dengan sistem ujian tertulis yang mencakup empat mata uji, yakni Bahasa Indonesia, pengetahuan agama, pengetahuan umum, serta materi pemerintahan desa.

Advertisement

Setiap mata uji terdiri dari sekitar 50 soal dengan waktu pengerjaan kurang lebih dua jam.

Salah satu peserta, Abdul Wasil (25), mengungkapkan dugaan ketidakwajaran sejak awal ujian. 

Ia mengaku mendapati lembar soal Bahasa Indonesia yang diterimanya sudah terdapat tanda jawaban menggunakan pensil.

Advertisement

Tanda serupa, menurutnya, juga terlihat pada lembar jawaban.

“Sejak awal saya sudah curiga, karena ada tanda jawaban. Tapi saya tetap mengerjakan sampai selesai,” ujarnya.

Kejanggalan tersebut semakin menguat setelah proses koreksi dilakukan.

Abdul Wasil memperoleh nilai sempurna, yakni 100, pada mata uji Bahasa Indonesia.

Ia justru mempertanyakan hasil tersebut karena menilai nilainya tidak sebanding dengan kondisi soal yang diduga telah bertanda sejak awal.

Ia menduga lembar soal tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi peserta lain, namun tertukar akibat kelalaian panitia.

Dugaan itu, menurutnya, mengarah pada potensi ketidakadilan dalam pelaksanaan seleksi.

Selain temuan pada lembar soal, Abdul Wasil juga menyoroti kecepatan salah satu peserta lain yang disebut mampu menyelesaikan ujian dalam waktu sekitar 20 menit.

Padahal, menurutnya, jumlah soal cukup banyak dan tingkat kesulitannya tidak ringan.

“Kami diberi waktu dua jam, tapi ada peserta yang selesai sekitar 20 menit. Itu sangat tidak masuk akal,” ucapnya.

Ia meminta agar seleksi Kepala Dusun Karang Arah diulang dengan pengawasan lebih ketat, melibatkan pihak independen atau unsur pemerintah kabupaten guna menjamin objektivitas dan mencegah dugaan kecurangan serupa terulang.

Sementara itu, Kepala Desa Sumber Salam, Mochamad Holis, membantah adanya unsur kesengajaan dalam pelaksanaan seleksi.

Ia menyebut jika terjadi kekeliruan, kemungkinan merupakan kesalahan teknis sistem dan akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

"Tas-tesan di kecamatan  mungkin itu kesalahan sistem, kami harap untuk bisa diperbaiki kedepannya," bebernya (faq/fid)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Rumah Warga Tamanan Terbakar, Hampir 40 Persen Bangunan Hangus Dilalap Api, Begini Kondisinya

Rumah Warga Tamanan Terbakar, Hampir 40 Persen Bangunan Hangus Dilalap Api, Begini Kondisinya

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Togog, ayah dari pemilik rumah. Saat melihat kondisi sekitar, api sudah membesar di bagian gudang dan mulai merambat ke sejumlah bagian bangunan

Delapan Bulan Lebih Jembatan Utama di Bondowoso Ini Ditutup, Sekarang Pengendara Tak Perlu Memutar

Delapan Bulan Lebih Jembatan Utama di Bondowoso Ini Ditutup, Sekarang Pengendara Tak Perlu Memutar

dibukanya kembali Jembatan Sentong memberikan kemudahan tersendiri bagi masyarakat yang memiliki aktivitas rutin di sekitar kawasan tersebut.

Jembatan Sentong Bondowoso Sudah Bisa Dilalui Kendaraan,  Arus Lalu Lintas Masih Dievaluasi

Jembatan Sentong Bondowoso Sudah Bisa Dilalui Kendaraan,  Arus Lalu Lintas Masih Dievaluasi

kembali berfungsinya Jembatan Sentong dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam beraktivitas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer