Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Raup Cuan dengan Ternak Kelinci Hias

S
Penulis: Safitri❯
TELATEN: Nanang Supriono membersihkan kandang kelinci di samping rumahnya. Dia berhasil meraup untung jutaan rupiah dari hobinya.
TELATEN: Nanang Supriono membersihkan kandang kelinci di samping rumahnya. Dia berhasil meraup untung jutaan rupiah dari hobinya.
KARANGANYAR, Radar Ijen - Memiliki hobi memelihara hewan ternyata berdampak baik bagi Nanang Supriono, peternak kelinci di Desa Karanganyar, Kecamatan Tegalampel. Berawal dari hobi, dia berhasil meraup uang jutaan rupiah dari penjualan kelinci.

BACA JUGA : Harga Telur Ayam Naik Sepekan Terakhir

Keberadaan peternak kelinci hias di Bondowoso saat ini memang masih jarang ditemui. Terlebih yang berada di wilayah perkotaan. Karena itu, tak jarang pria tersebut berhasil meraup untung jutaan rupiah. Meski beberapa kali dia harus mengalami kerugian karena hewan ternaknya mati terserang penyakit.

Nanang mengatakan, dia mulai menekuni usaha kelinci hias di Bondowoso kurang lebih delapan bulan yang lalu. Awalnya, dia tidak berniat untuk menjual kepada masyarakat umum. Sebab, dirinya mengaku memang suka memelihara hewan, seperti kucing, ayam, dan burung.

Untuk indukannya, biasanya didatangkan langsung dari Kota Malang. Kemudian, dia pelihara hingga beranak. Seringnya mengunggah anakan kelinci hias di media sosial, memunculkan keinginan menjual. “Setiap posting foto kelinci, banyak yang tanya harganya berapa. Awalnya, ya tidak niat beli, tapi terlalu banyak anak kelinci. Akhirnya dijual juga,” paparnya.

Ternyata dari hal yang tidak diduga tersebut, antusiasme masyarakat semakin tinggi untuk membeli kelinci hias miliknya. Bahkan, tidak sedikit pembelinya datang langsung ke rumahnya.  Meski demikian, pria tersebut ternyata sudah berhasil menjual kelinci peliharaannya ke luar kabupaten, seperti Surabaya dan Probolinggo. Pengirimannya biasanya menggunakan bus antardaerah. "Untuk pengiriman yang jauh belum bisa. Karena di sini belum terjangkau kereta. Takut ada apa-apa," imbuhnya.

Dia membanderol kelincinya beragam, mulai dari puluhan hingga ratusan ribu. Tergantung jenis dan kualitas kelinci. Untuk anakan kelinci jenis rex biasanya dia jual dengan harga mulai dari Rp 35 ribu per ekor. Sementara, untuk anakan kelinci h­olland lop dijual dengan harga Rp 250 hingga Rp 300 per ekor.

Nanang berhasil mendapatkan omzet jutaan rupiah dari hasil penjualan kelinci hias. Namun, Nanang juga pernah mengalami kerugian karena kelincinya terserang penyakit dan mati. “Biasanya penyakit yang menyerang hewan satu ini kembung dan penyakit kulit. Penyebabnya biasanya faktor cuaca dan pergantian makanan. Contohnya dari rumput ke sentrat," pungkasnya. (Ham/c2/dwi)

 

Advertisement
Advertisement
Editor : Safitri

Artikel Terkait

Aset Kendaraan Pemkab Belum Tuntas Tertib, Fisik Tak Diketahui, Administrasi Masih Atas Nama Daerah

Aset Kendaraan Pemkab Belum Tuntas Tertib, Fisik Tak Diketahui, Administrasi Masih Atas Nama Daerah

BPKAD memastikan inventarisasi dan penelusuran akan terus dilakukan agar status kendaraan yang masih tercatat sebagai aset daerah dapat diperjelas.

Dukung Penataan PKL Depan Polres, Pemkab Diminta Perhatikan Nasib Pedagang di Lokasi Baru

Dukung Penataan PKL Depan Polres, Pemkab Diminta Perhatikan Nasib Pedagang di Lokasi Baru

Pendampingan, fasilitas yang memadai, serta upaya mengenalkan lokasi baru kepada masyarakat menjadi hal penting agar aktivitas ekonomi PKL tetap berjalan.

Pindahkan Bensin Sambil Merokok, Warung Madura Ludes Terbakar

Pindahkan Bensin Sambil Merokok, Warung Madura Ludes Terbakar

 Saat proses pengisian berlangsung, selang yang digunakan terlepas tanpa disadari. Pada waktu bersamaan, pemilik warung hendak menyalakan rokok sehingga api langsung menyambar bensin yang tercecer.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer