RADAR JEMBER - PSSI baru saja memperkenalkan pelatih baru Timnas Indonesia, yakni John Herdman.
PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, pada Sabtu, 3 Januari 2026, menandai dimulainya era baru sepak bola nasional.
Herdman bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman membawa team ke Piala Dunia.
PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini.
Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA.
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, berbicara tentang situasi di Piala AFF 2026.
Terkhusus Piala Asia 2027, Herdman mengklaim bahwa ini akan menjadi kesempatan bagus untuk para pemain diaspora Timnas Indonesia.
Ini juga akan menjadi momentum pengukuran kekuatan di level Asia.
“Dengan dukungan kepemimpinan yang tepat, saya tahu betapa besarnya turnamen AFC, itu akan menjadi pengalaman menarik bagi para pemain, namun yang lebih penting adalah itu kesempatan kami untuk menunjukkan posisi kami,” tutur Herdman.
Namun, untuk Piala AFF 2026, itu akan berbeda.
Dia menyadari bahwa turnamen ini akan digelar di luar jendela FIFA, yaitu saat klub-klub mempersiapkan diri jelang musim baru pada Juli dan Agustus, jadi akan sulit memanggil para pemain andalan.
Baca Juga: Pernyataan Menohok Pundit Belanda Soal Jordi Cruyff, Beruntung Soal Ayahnya Saja?
“Turnamen di Juli dan Agustus akan berbeda, itu sulit untuk membawa para pemain tingkat satu atau dua untuk event itu karena mereka harus berkomitmen dengan klub masing-masing di luar jendela internasional FIFA,” tukasnya.
"Saya pikir turnamen [AFF] akan menjadi kesempatan bagus bagi saya untuk memahami kedalaman pool pemain yang dimiliki Indonesia, untuk memberi kesempatan untuk mereka yang tidak mendapatkan kesempatan di bulan Maret di jendela FIFA, atau pada bulan Juni. Untuk memberi kesempatan untuk para pemain yang tidak mendapatkannya. Ujar Herdman
“Kami tak pernah punya akses kepada Alphonso Davies atau Jonathan David. Dalam turnamen seperti ini, Anda harus menggunakan para pemain lokal dan memanfaatkan kedalaman skuad. Dan Anda akan belajar,” tutur Herdman.
Editor : M. Ainul Budi