RADAR JEMBER – Bek sayap Inter Milan, Federico Dimarco, mengaku menerima hasil imbang 2-2 melawan Napoli pada lanjutan Serie A.
Meski kecewa karena dua kali unggul dan gagal mempertahankannya, Dimarco menilai hasil tersebut masih bisa diterima mengingat kualitas lawan.
“Kami tahu akan menghadapi tim yang sangat kuat. Sayang karena kami unggul dua kali dan dua kali pula kebobolan. Tapi Napoli memang bisa menyulitkan di semua area lapangan,” ujar Dimarco kepada Sky Sport seusai pertandingan.
Baca Juga: Kisah Kelam Radja Nainggolan yang Tak Mau Ketemu sang Ayah?
Dimarco, yang mencetak gol pembuka untuk Inter, juga berbicara mengenai kebangkitannya musim ini setelah periode sulit yang ia alami pada paruh akhir musim lalu.
Ia mengakui performanya sempat menurun dan tidak sesuai harapan.
“Saya sangat kritis terhadap diri sendiri. Tahun lalu saya berusaha keluar dari periode sulit, tapi tidak berhasil. Pergantian pelatih di awal musim ini sangat membantu saya, karena pelatih memberi kepercayaan, ketenangan, dan membuat saya fokus pada hal-hal yang tepat,” jelasnya.
Baca Juga: Bek Tangguh Inter Milan Ini Komentar Blak-blakan Usai Hasil Imbang 2-2 dari Napoli
Pemain timnas Italia itu menilai perubahan tersebut berdampak besar pada performa Inter secara keseluruhan.
Menurutnya, penyegaran mental menjadi kunci kebangkitan Nerazzurri.
“Dalam beberapa tahun terakhir, Inter sebenarnya bisa meraih lebih banyak trofi. Musim lalu kami tidak mendapatkan apa pun. Karena itu wajar jika dilakukan penyegaran, terutama secara mental. Sekarang terlihat peningkatan yang jelas. Tim ini tampil dominan dan fokus selama 90 menit,” kata Dimarco.
Baca Juga: Bursa Transfer Juventus Bergeliat, Fabrizio Romano Sebut Tiga Nama Pemain Ini
Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa pencapaian Inter bersama pelatih sebelumnya tidak boleh dilupakan.
“Bersama Inzaghi kami menjalani musim-musim yang hebat. Namun musim ini saya melihat kami lebih konsisten dan selalu berada ‘on fire’ sepanjang pertandingan.”
Saat ditanya mengenai peningkatan kondisi fisiknya—yang membuatnya kini jarang ditarik keluar lebih awal—Dimarco memilih untuk tidak memperpanjang pembahasan demi menghindari polemik.
“Lebih baik saya tidak mengatakan apa-apa soal itu,” tutupnya singkat.
Editor : M. Ainul Budi