Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Inter Milan Harusnya Menang Telak 3-0 dari AC Milan, Kalau Sommer Tak Lakukan Hal Ini

M. Ainul Budi • Rabu, 26 November 2025 | 21:10 WIB

yann sommer
yann sommer

RADAR JEMBER - Riccardo Trevisani melontarkan analisis keras usai kekalahan Inter Milan dari AC Milan di derby.

Menurutnya, performa Yann Sommer menjadi faktor yang kembali “menggantung” pertandingan penting untuk Nerazzurri.

Berbicara di acara Fontana di Trevi, Trevisani menyoroti statistik mencolok: Inter tidak pernah menang dalam 12 pertandingan terakhir melawan Juventus, Milan, dan Napoli.

Menurutnya, masalah utama bukan pada pelatih Cristian Chivu, melainkan kombinasi efektivitas lini depan dan performa kiper.

“Inter main jauh lebih baik dan seharusnya menang 3-0. Ia menilai kesalahan Sommer mengubah hasil dari laga yang sebenarnya didominasi Inter selama hampir satu jam.

“Sommer para col pensiero” — kritik paling tajam Trevisani

Trevisani kemudian membandingkan situasi Sommer dengan periode akhir Handanovic, menyebut kiper asal Swiss “parah col pensiero” — bertahan hanya dengan intuisi, bukan reaksi.

Menurutnya, gol tersebut adalah contoh nyata turunnya eksplosivitas Sommer: tembakan pelan, mendatar, dan bahkan mengarah ke sisi luar, namun tetap masuk.

Trevisani juga menyinggung bahwa setelah insiden kecelakaan yang dialami Martinez beberapa waktu lalu, Chivu sempat mempertimbangkan rotasi di posisi kiper.

Namun performa Sommer justru memburuk di partai besar.

Masalah lain: Lautaro tidak setajam musim sebelumnya

Tak hanya Sommer, Trevisani menyebut penurunan produktivitas Lautaro Martínez sebagai faktor tambahan:

“Dari 24 gol dua musim lalu, kini baru 16 musim lalu dan 1/3 musim ini. Kalau penyerang utama dan kiper sama-sama di bawah standar, apa yang harus disalahkan dari Chivu?”

Kesimpulan Trevisani

Bagi Trevisani, Inter kalah bukan karena taktik atau permainan, melainkan karena ketidakmampuan memanfaatkan peluang dan kesalahan individual yang krusial.

“Inter dominan, Inter migliore. Ma se il portiere non para, la perdi.”

Editor : M. Ainul Budi
#inter milan #ac milan #juventus #yann sommer