RADAR JEMBER - Derby della Madonnina kembali menjadi mimpi buruk bagi Inter Milan.
Menurut laporan La Repubblica, kekalahan 0-1 dari AC Milan bukan sekadar soal hasil, tetapi rangkaian masalah yang kembali muncul di momen krusial. Dua tembakan yang membentur tiang, satu penalti gagal, dan beberapa peluang yang terbuang membuat Inter harus menelan kekalahan keempat mereka musim ini.
Gol tunggal Christian Pulisic—memanfaatkan tepisan pendek dari Yann Sommer—menjadi pembeda. Media Italia tersebut menyebut kesalahan sang kiper kini mulai menjadi “kasus” di lingkungan nerazzurri.
Derby Keenam Tanpa Menang dan Eksperimen Gagal
La Repubblica menyoroti bahwa kekalahan ini memperpanjang catatan negatif Inter: enam derby berturut-turut tanpa kemenangan. Selain itu, Milan kini menyalip Inter di klasemen, membuat tim asuhan Cristian Chivu merosot hingga posisi keempat.
Eksperimen memainkan Carlos Augusto di sisi kanan dinilai tidak berhasil. Ia disebut kalah total dalam duel dengan Bartesaghi.
“Inter membawa pulang hanya serangkaian delusi: dua pali, posisi jatuh ke peringkat empat, dan kegagalan di big match yang kembali terlihat,” tulis Repubblica.
Alergi Big Match, Berbeda dengan Allegri
Media tersebut menegaskan bahwa Inter kembali menunjukkan kelemahan lama: kesulitan tampil tajam di laga-laga besar. Dari seluruh big match Serie A musim ini, Nerazzurri hanya menang saat thriller kontra AS Roma. Sisanya? Kalah dari Juventus, kalah dari Napoli, dan kini tumbang dari Milan.
Di sisi lain, Massimiliano Allegri dinilai tampil penuh semangat, memberi energi baru bagi Milan, dan “mengalahkan” Chivu baik secara strategi maupun intensitas pinggir lapangan.
Instruksi Chivu Jadi Meme, Allegri Justru Menang Emosi
Momen menarik juga disorot. Instruksi Chivu kepada pemain—yang menyerupai gestur tangan khas Allegri—justru menjadi sorotan dan meme di media sosial. Namun versi Allegri-lah yang lebih efektif, karena Milan mampu menjaga organisasi hingga akhir.
Kesimpulan
Inter tampil, menciptakan peluang, tetapi tetap pulang dengan tangan hampa. Dua tiang, peluang yang gagal, dan keputusan taktik yang tidak berjalan menahbiskan bahwa masalah Inter saat ini bukan hanya teknis, tetapi juga mental dan efektivitas.
Derby kembali menjadi milik Milan. Inter harus mencari jawaban cepat.
Editor : M. Ainul Budi