Thuram Jadi Simbol Buruknya Inter Milan di Derby: Terisolasi di Lini Depan?


RADAR JEMBER - Marcus Thuram menjadi salah satu gambaran kesulitan Inter Milan saat dipermalukan AC Milan dengan skor 1-3 dalam Derby della Madonnina. Penyerang asal Prancis itu tampil dalam situasi sulit setelah harus bekerja sendirian di lini depan tanpa dukungan yang memadai.
Absennya Lautaro Martinez akibat cedera, ditambah kondisi Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny yang terserang demam, membuat Cristian Chivu terpaksa mengubah pendekatan taktik dengan menempatkan Thuram sebagai penyerang tunggal.
Namun, eksperimen tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
Baca Juga: Kebangkitan Juventus: Gol Alajbegovic dan Boga Bungkam Napoli 2-0
Thuram kesulitan menghadapi barisan pertahanan Milan dan hampir tidak mampu memberikan ancaman berarti kepada Mike Maignan.
Corriere dello Sport menilai Thuram sudah berusaha mencari ruang, bahkan beberapa kali melebar ke sisi lapangan demi mendapatkan bola. Namun, upayanya tetap tidak membuahkan hasil.
Situasi ini semakin memperpanjang puasa gol Thuram dalam laga derby. Terakhir kali ia membobol gawang Milan terjadi pada 22 April 2024, ketika Inter memastikan gelar Scudetto ke-20 sekaligus meraih bintang kedua.
Kini, masalah Inter semakin rumit karena Thuram juga membutuhkan tenaga ekstra. Sejak jeda internasional terakhir, ia sudah tampil sebagai starter dalam tujuh pertandingan beruntun.
Padahal, Nerazzurri masih menghadapi dua pertandingan penting melawan Feyenoord di Liga Champions dan Como di Serie A sebelum jeda berikutnya.


