Belanja Sambil Beramal, Pasar Murah di Kalisat Diserbu Warga

IKUT BERBAGI: H. Charles Meikyansah, tokoh masyarakat bersama Eva Yuliana, dari Staf Khusus Kemendag RI ikut membagikan paket sembako dalam acara pasar murah di halaman Ponpes Darun Najah, Dusun Krajan, Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat Rabu (30/5) pagi.

KALISAT – Antusias warga Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat yang datang ke pasar murah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) sangat tinggi. Pasalnya, satu paket sembako dijual dengan harga cukup terjangkau bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

IKLAN

Apalagi, menjelang Hari raya Idul Fitri ini. Selain itu, bukan hanya mendapatkan sembako namun juga beramal karena hasil penjualan disumbangkan kepada pondok pesantren dan masjid yang ditempati.

Seperti pasar murah yang ditempatkan di halaman Ponpes Darun Najah, Dusun Krajan, Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat, kemarin. Dari jatah 500 paket sembako yang dijual hanya dengan harga Rp 50 ribu/paket, tidak harus menunggu lama.

Demikian juga Pasar Murah yang ditempatkan di halaman masjid Al Ikhlas, Dusun Krajan, Desa Gambiran, Kalisat. Dari yang disiapkan 500 paket sembako juga tidak tersisa. Karena paketan sembako yang dijual sangat murah.

Bu Sulami, 40, warga Dusun Krajan 1, Desa Gambiran, Kalisat mengaku terbantu dengan pasar murah ini. “Karena sembako satu paket yang di dalamnya berisi, beras 5 kilogram, gula 2 kilogram, minyak goreng 2 liter dan sirup 1 botol dibeli dengan harga yang murah,” ujarnya.

Jika dibeli dengan cara eceran, harganya bisa mencapai Rp 120 ribu. “Kalau pasar murah ini dilakukan setiap tahun dari pemerintah maka warga yang mempunyai uang pas-pasaan bisa terbantu,” ujar Sulami.

Sementara itu, H Charles Meikyansah yang juga warga mengatakan, komitmen dari pemerintahan Presiden Jokowi melalui Kementerian Perdagangan agar di bulan suci Ramadan diadakan pasar murah. Apalagi sebentar lagi Lebaran masyarakat yang punya beban kehidupan sehari hari bisa terkurangi dengan sembako murah ini.

Program ini memang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan RI di seluruh kabupaten di Indonesia. Khusus di Kabupaten Jember, ini memang menjadi perhatian yang penting. Di mana setelah dilakukan diskusi dan dialog sebagian dari masyarakat Jember memang membutuhkan. “Alhamdulillah lebih dari 20 titik pasar murah yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan pada masyarakat Jember,” ucapnya.

Untuk itu sebagai bagian dari masyarakat Jember pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perdagangan dan pihak swasta yang dipercaya yakni dari PT Sinar Padang yang melaksanakan kegiatan ini.

“Mudah mudahan program yang merupakan kerja sama dengan Kementerian Perdagangan itu terus berlanjut ke depannya,” ujar Charles.

Kegiatan pasar murah ini merupakan harapan semua masyarakat yang membutuhkan sembako menjelang Lebaran ini. Dengan pasar murah ini pihaknya berharap mudah-mudahan beban masyarakat sedikit berkurang. Karena dari harga Rp 110 ribu, satu paket hanya dibeli seharga Rp 50 ribu.

Sementara hasil penjualan paket sembako dari Rp 50 ribu itu uangnya tidak diambil, baik oleh Kementerian Perdagangan dan pihak swasta yang mendukung. Tetapi uang dari masyarakat itu dikembalikan lagi untuk kepentingan masjid dan pondok itu sendiri untuk melengkapi sarana prasarana. “Jadi belanja sambil beramal kepada tempat ibadah,” tuturnya

Dirinya berharap program Kemendag RI ini hanya sebagai pemicu bagi pihak-pihak lainnya di Jember dan pusat. “Kita harap semua pihak lainnya juga berperan aktif dalam program seperti ini,” tutur Charles.

Sehingga diharapkan masyarakat Jember semakin sejahtera. Dari dua titik pasar murah ada 1.000 paket sembako yang dijual kepada dengan harga Rp 50 ribu/paket. Sedangkan uang Rp 50 ribu dari masyarakat untuk membeli paket sembako itu uangnya tidak diambil baik dari Kementerian Perdagangan maupun oleh PT Sinar Padang yang mendukung kegiatan Pasar Murah ini.

Kalau pasar murahnya dilakukan di ponpes, maka hasil penjualannya itu diserahkan kepada pengasuh ponpes untuk kemajuan pondoknya. Sementara pasar murah yang di halaman Masjid Al Ikhlas, maka uang juga masuk ke takmir masjid.

”Apalagi masjid Al Ikhlas ini membutuhkan sumur bur maka digunakan untuk keperluan pembuatan sumur bur untuk masjid itu sendiri,” kata Charles, yang didampingi Ganef Judawati, sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional. (kl/jum/ram/c1/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :