Ilustrasi tanaman kakao (dok.radarkediri)

NEGARA – Kakao merupakan komoditi hasil pertanian unggulan Jembrana. Kualitas hasil pertanian kakao diakui hingga dilirik pasar luar negeri.

IKLAN

Karena itu, perlu regenerasi petani kakao agar pertanian kakao berkelanjutan. Hal tersebut menjadi tema pembahasan dalam diskusi tentang peran perempuan

dan generasi muda dalam rantai nilai kakao berkelanjutan, di Lantai II Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Negara, kemarin.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama mengatakan, diskusi ini dilaksanakan guna

memotivasi dan meningkatkan peran petani perempuan dan generasi milenial dalam mengembangkan kakao di Jembrana.

“Selain itu untuk menjalin komunikasi, sinergi dan komitmen kolaborasi antar pihak terkait baik pemerintah, petani maupun para buyer,” ujarnya.

Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dalam kesempatan itu menyampaikan komoditas kakao merupakan komoditas unggulan bidang perkebunan di Jembrana.

Dalam realitanya keberhasilan kakao di Jembrana dalam menembus pasar premium internasional patut dihargai dan dijaga melalui berbagai usaha inovasi nyata secara berkelanjutan.

“Guna keberlanjutan atas segala yang telah dicapai, salah satu usaha yang harus dilakukan adalah regenerasi petani,” ujarnya.

Keterlibatan petani perempuan dalam produksi kakao serta dalam program kakao lestari sangat nyata.

Melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan peran anak muda dan petani perempuan untuk

lebih produktif lagi dan bersama – sama dalam mengembangkan dan meningkatkan produktivitas kakao di Jembrana.

Wabup Kembang menambahkan, pemberian Anugerah Jurnalisme Siswa yang dilaksanakan diharapkan benar-benar

dapat menyentuh hati dan semangat anak muda untuk sedia berkecimpung turun dalam usaha nyata di bidang pertanian.

“Saya harap program ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar informasi dan perkembangan program kakao lestari dapat menyentuh seluruh masyarakat petani di Jembrana,” terang Wabup Kembang.

(rb/bas/mus/JPR)