Sinergi Jaminan Sosial Kenegakerjaan Bersama LMDH

SOSIALISASI BPJSTK: Inilah rangkaian acara sosialisasi BPJS Ketanagakerjaan kepada LMDH Perhutani Bondowoso di Tasnan

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID– Manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang dirasakan nyata, semakin mendapat tempat di hari rakyat. Salah satunya di Perum Perhutani KPH Bondowoso. Awalnya hanya para pegawai saja, namun saat ini mulai merambah kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) se Bondowoso.

IKLAN

BPJS Ketenagakerjaan KCP Bondowoso, melakukan sinergi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bersama LMDH di wisata hutan Tasnan, Grujugan, kemarin (27/7). Para pengurus LMDH se Bondowoso, menyaksikan bentuk sinergi tersebut. Mereka menyambut baik, karena dengan iuran yang terjangkau, manfaat yang didapat sangat luar biasa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPJS KCB Bondowoso Sasongko Adji, Asisten I Pemkab Agung Tri Handono, Wakil ADM Perhutani Agus Nana dan para pejabat Perhutani KPH Bondowoso serta pengurus LMDH se Bondowoso.

Dalam kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menterahkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga Alm Nawari yang merupakan pegawai Perhutani Bondowoso. Keluarga ini menerima Rp 40.728.275 atas keikutsertaan Alm Nawari pada program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP). Selain manfaat tersebut, BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan beasiswa kepada anak Alm Nawari yang masih SD sebesar Rp 12 juta.

Wakil ADM Perhutani Agus Nana mengungkapkan, manfaat BPJS Ketenagakerjaan sangat banyak. Karenanya selain para pegawai Perhutani, pihaknya meluaskan lagi manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada para anggota LMDH se Bondowoso. Apalagi ketika seseorang dibawah perusahaan, maka jatuhnya iuran lebih kecil. Jika ikut sendirian untuk program Jaminan Kecelakaan kerja (JKK) dan Jaminan kematian (JKM), harus membayar Rp 16.800, namun ketika dikoordinir perusahaan hanya Rp 9.005. “Ini sangat terjangkau, sementara manfaatnya sangat besar,” ujarnya. Di Bondowoso, ada potensi sekitar 8.000 anggota LMDH.

Asisten I Pemkab Bondowoso Agung Tri Handono mengatakan, iuran yang sangat murah itu jangan sampai disia-siakan. Apalagi ketika seseorang ikut JKK dan JKM, maka akan mendapatkan dua manfaat. Apabila mengalami kecelakaan kerja, akan mendapatkan santunan JKK. “Apabila meninggal, mendapatkan santunan JKM sebesar Rp 24 juta, ini sangat meringankan keluarga yang ditinggal tentunya,” jelasnya.

Sementara Kepala BPJS KCP Bondowoso Sasongko Adji mengatakan, pada kesempatan tersebut, begitu dilakukan sosialisasi dan sinergisi, banyak LMDH yang langsung mendaftarkan diri. Memang dalam acara tersebut, BPJS Ketenagkerjaan memberikan tema ‘Mewujudkan Kesadaran Akan Pentingnya Jaminan Sosial dan Perlindungan Atas Resiko Sosial Ekonomi yang Menimpa’. “Tanggapannya sangat bagus, sebab manfaatnya sangat nyata dirasakan,” tegasnya. BPJS Ketenagakerjaan sendiri memiliki empat program, yakni JKK, JKM, JHT dan JP. (*)

Reporter : Siokhul Huda

Fotografer : Sholikhul Huda

Editor : Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :