Pasokan Minim Bikin Harga Cabai Tambah Mahal

MALAH NAIK : Sejumlah pedagang yang mulai jenuh dengan kenaikan harga cabai. Bukannya menuru, makin lama makin naik meskipun pelan-pelan.

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Pergerakan harga cabai bukannya makin menurun. Sejak sebulan terakhir malah merangkak naik. Pelan memang, namun membuat pedagang dan pembli sama-sama mengeluh. Pemicu utama diperkirakan karena pasokan minim.

IKLAN

Memang, dalam sebulan terakhir, harga cabai terus jadi perbincangan hangat. Bukan Cuma pedagang dan pembeli di pasar. Di kalangan petani juga sering mengeluh. Akibatnya, pasokan makin menurun.

Syamsul Arifin, Bagian perdagangan Dinas Perdagangan (Dindag) Lumajang mengakui kodisi tersebut. “Hal yang mempengaruhi kenaikan cabai itu berawal dari pemasok cabai yang semakin menurun,” katanya.

Dia menjelaskan, pasokan yang awalnya dari petani sebanyak 1,5 ton, namun pasokannya ke pasar hanya 5 kwintal saja. Hal ini mengakibatkan kurangnya stok untuk memenuhi kebutuhan konsumen daerah Lumajang.

Hingga saat ini, harga cabai masih meroket tinggi. Dari minggu lalu yang harganyasudah mencapai Rp 45.000 perkilogram, kini malah meninggi hingga Rp 70.000 perkilogram. Angka tersebut bertahan hingga Selasa (23/7) siang. “Kedua, adanya serangan penyakit dan hama sehingga cabai itu tidak bagus dan banyak yang tidak sehat,” Ujarnya.

Naiknya harga cabai ini membuat produsen semakin jengkel. Sebab, stok berkurang sementara permintaan banyak. Para penjual khawatir jika sampai lebaran idul kurban cabai masih meroket, penjual tidak akan bisa menjual cabai lagi dipasaran karena harga yang tak tercapai penjual.  “Saya berharap harga cabai turun sebelum Idul Adha, karena pasti permintaan akan banyak,” ujar Misnayan selaku penjual cabai di Pasar Baru Lumajang.

Untuk saat ini, kebanyakan pasokan cabai berasal dari luar kota. Seperti dari wilayah Madura dan Bondowoso. Karena minimnnya pasokan lokal dari Lumajang, khususnya seperti Kecamatan Pasirian, Kecamatan Pasru dan kecamatan Kunir. Saat ini banyak petani cabai yang gagal panen di daerah tersebut. Itu membuat pasokan semakin berkurang di Lumajang.

Reporter : mg3, mg6

Fotografer : mg3

Editor : Hafid Asnan