Azam Ingin ada Kluster dari Bantuan Pemerintah

Sholikhul Huda/Radar Ijen BUKA PELATIHAN: Ir Azam Azman Natawijana bersama Hj Tutuk Asma’a Zuchroh, Subangkit Adi Putra dan Fery Firmansyah saat membuka acara pelatihan dari Kementerian Perindustrian di Ijen View, kemarin.

RADARJEMBER.ID- Kementerian Perindustrian yang bekerja sama dengan Komisi VI DPR RI melakukan Bimtek Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Bondowoso. Sebanyak seratus orang mengikuti pelatihan di Ballroom Ijen View pekan lalu (13/8).

IKLAN

Kegiatan itu dibuka langsung Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Ir H Azam Azman Natawijaya dari Fraksi Demokrat. Kehadirannya didampingi Hj Tutuk Asma’a Zuchroh dai DPRD Jawa Timur, Subangkit Adi Putra anggota DPRD dari Partai Demokrat dan Fery Firmansyah yang juga anggota DPRD dari Partai Demokrat Bondowoso.

Azam Azman mengatakan, peningkatan IKM merupakan usaha pemerintah untuk membangkitkan kesejahteraan. Selama ini, pemerintah terus menggenjot geliat IKM dengan memberikan stimulus pelatihan dan pemberian bantuan alat. “Seperti pelatihan dari kementerian ini, kami ingin memberikan ketrampilan sampai peralatannya,” jelasnya.

Dijelaskannya, IKM merupakan salah satu wirausaha yang terbukti tidak terpengaruh dengan krisis. Hal itu sudah terbukti saat krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1997 lalu, IKM tetap bisa terus eksis dan tidak terpengaruh krisis. “Pelatihan ini untuk menumbuhkan wirausaha baru, harapannya bisa menjadi semangat masyarakat untuk bisa menumbuhkan IKM,” ujar orang yang akan kembali mencalonkan diri melalui Dapil 3 Jatim tersebut.

Masyarakat yang diberi bantuan itu, adalah mereka yang memiliki kemampuan dalam bidangnya masing-masing. Misalnya menjahit, mengolah kopi, furnitur dan beberapa golongan lainnya. Harapannya setelah mendapatkan pelatihan dan mendapatkan alat, akan tumbuh IKM di masyarakat dan bisa menjadi kluster tertentu. “Para penerima adalah kelompok masyarakat yang berada dalam satu kecamatan, harapannya nanti akan ada kelompok masyarakat yang ahli dalam bidang tertentu, sehingga masyarakat yang membutuhkan keahlian mudah,” paparnya.

Sementara para instruktur yang menjadi pelatih adalah mereka yang ahli di bidangnya. Seperti Musnidar owner Walet Coffee Jakarta, Edi dari SMKN 3 Bondowoso bidang furnitur dan beberapa instruktur lainnya. Musnidar mengaku, Bondowoso adalah daerah yang memiliki potensi tinggi untuk perkembangan IKM. Salah satunya adalah bidang industri kopi. “Saya adalah pegiat kopi, dan saya sudah tahu bahwa kopi Bondowoso memiliki citarasa yang khas, ini baik dikembangkan menjadi IKM,” jelasnya.

Reporter & Fotografer: Sholikhul Huda
Editor : Narto
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :