Ikat Pengusaha dengan Produk Lokal

PERIZINAN: Bupati Faida memberikan sertifikat izin kepada pengusaha serta warga lain, di Pendapa Wahyawibawagraha.

RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember punya cara baru untuk mempertahankan dan memasarkan produk-produk lokal, karya tangan warga Jember. Yaitu, pemohon perizinan baru, baik kalangan pengusaha atau warga lain, diikat agar berkomitment menggunakan produk lokal yang ada di Jember.

IKLAN

Komitment atas kesepakatan itu terungkap saat penyerahan puluhan sertifikat izin oleh Bupati Jember dr Faida MMR kepada para penerima izin usaha dan yang lainnya, di Pendapa Wahyawibawagraha, Sabtu (18/5).

Faida menyebut, izin diterbitkan setelah pemohon memenuhi semua persyaratan serta membuat kesepakatan-kesepakatan yang dapat membuat Jember lebih baik dan maju ke depannya.

“Kesepakatan itu diantaranya, penerima izin menggunakan produk-produk lokal. Kita harus bangkitkan rasa untuk mengonsumsi produk lokal selama produk itu ada di Jember,” tegas Faida.

Selain mengikat dengan kesepakatan mengenai penggunaan produk lokal, Bupati Faida juga menyaratkan agar bangunan-bangunannya ramah lingkungan serta layak untuk semua orang. “Kesepakatan juga terkait dengan bangunan untuk layanan publik yang harus bisa akses difabel. Sementara tenaga kerja, formasi pekerjaan juga harus diisi oleh pelamar ber-KTP Jember,” paparnya.

Menurutnya, setiap perusahaan dalam menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR agar berkomunikasi dengan pemerintah. Tujuannya agar sasaran yang diberi bantuan benar-benar tepat. “Target-target pembangunan tidak bisa diselesaikan pemerintah saja, harus bersama bapak ibu juga,” ungkapnya.

Untuk itu, Faida berharap seluruh investasi yang ada di Jember dapat memberi manfaat maksimal bagi pemilik usaha termasuk masyarakat. “Ujung pembangunannya adalah kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, ada kesepakatan tertulis antara bupati dengan penerima izin untuk ikut membantu meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.

Untuk bisa sukses dalam pembangunan daerah, menurut Bupati Faida, tidak cukup pemerintah yang bekerja. Akan tetapi, pihak swasta juga mau berinvestasi dan ditambah dengan masyarakatnya yang mendukung.

Sementara itu, adanya izin pendirian sekolah, itu diterbitkan sebagai bagian untuk mengimbangi semangat pemerintah untuk menerima siswa dalam keadaan apapun. Ke depan, Faida ingin tidak ada anak yang mau sekolah tetapi putus di tengah jalan hanya karena urusan administrasi.

“Jika ada anak putus sekolah, supaya dijemput dan dibantu untuk sekolah. Apabila kesulitan kendaraan supaya dicarikan ojek antar–jemput yang biayanya ditanggung oleh pemerintah,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Satu Pelayanan Terpadu Pintu Kabupaten Jember, Dr. Syafi’i, MSi menyampaikan, semua pihak yang mendirikan bangunan, baik kantor maupun pemukiman, harus mengurus perizinan.

“Sekarang semua perizinan mudah, khususnya SIUP (surat ijin usaha perdagangan) atau NIP (Nomor Induk Perusahaan). Yang dulunya orang mengurusnya berbulan-bulan tapi sekarang cukup satu jam selesai,” jelasnya.

Data yang berhasil dikumpulkan, sertifikat izin yang diserahkan yaitu ada izin penggunaan dan pemanfaatan tanah (IPPT), dua izin pendirian sekolah dasar (SD), empat izin operasional klinik pratama rawat inap, dua izin penyelenggaraan klinik kecantikan, izin operasional puskesmas, beberapa izin lain serta 58 izin mendirikan bangunan.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono