alexametrics
25.2C
Jember
Tuesday, 9 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Panen Semangka Melempem

Efek Lahan Tergenang Hujan

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Memasuki masa panen pekan-pekan ini, para petani semangka kembali dihadapkan dengan masalah baru. Jika dulu saat masa awal tanam mereka dihadapkan dengan kesulitan mencari pupuk, kini mereka justru dipusingkan karena cuaca yang kerap kurang bersahabat.

Sejumlah petani semangka mengakui, hujan dengan intensitas tinggi beberapa pekan kemarin membuat sejumlah lahan pertanian semangka tergenang air. “Air memang dibutuhkan, tapi kalau terjadi terus-terusan tiap hari digenangi air hujan, itu yang kurang bagus,” kata Muhklis, petani semangka asal Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, yang memiliki lahan semangka di Kecamatan Ambulu.

Pihaknya menilai, salah satu dampak dari seringnya terkena genangan air hujan yakni berpengaruh pada hasil produksi. Mulai dari memengaruhi rasa, ukuran, bahkan bobot semangka. “Kalau harga tidak terlalu berpengaruh. Pengaruh besarnya pada kualitas semangka yang semakin menurun,” jelas Mohammad Solehudin, petani semangka asal Dusun Panggul Mlati, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati musim panen semangka hari ini sedikit melempem, namun sejumlah petani semangka belum mengetahui kalkulasi keseluruhan kerugian mereka. “Asalkan harga semangka masih normal, dengan kondisi ini, petani masih bisa untung. Tapi kalau harganya kaya harga kubis dulu, yang sampai anjlok, jelas merugi,” bebernya. (mau/c2/lin)

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Memasuki masa panen pekan-pekan ini, para petani semangka kembali dihadapkan dengan masalah baru. Jika dulu saat masa awal tanam mereka dihadapkan dengan kesulitan mencari pupuk, kini mereka justru dipusingkan karena cuaca yang kerap kurang bersahabat.

Sejumlah petani semangka mengakui, hujan dengan intensitas tinggi beberapa pekan kemarin membuat sejumlah lahan pertanian semangka tergenang air. “Air memang dibutuhkan, tapi kalau terjadi terus-terusan tiap hari digenangi air hujan, itu yang kurang bagus,” kata Muhklis, petani semangka asal Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, yang memiliki lahan semangka di Kecamatan Ambulu.

Pihaknya menilai, salah satu dampak dari seringnya terkena genangan air hujan yakni berpengaruh pada hasil produksi. Mulai dari memengaruhi rasa, ukuran, bahkan bobot semangka. “Kalau harga tidak terlalu berpengaruh. Pengaruh besarnya pada kualitas semangka yang semakin menurun,” jelas Mohammad Solehudin, petani semangka asal Dusun Panggul Mlati, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.

Mobile_AP_Half Page

Kendati musim panen semangka hari ini sedikit melempem, namun sejumlah petani semangka belum mengetahui kalkulasi keseluruhan kerugian mereka. “Asalkan harga semangka masih normal, dengan kondisi ini, petani masih bisa untung. Tapi kalau harganya kaya harga kubis dulu, yang sampai anjlok, jelas merugi,” bebernya. (mau/c2/lin)

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Memasuki masa panen pekan-pekan ini, para petani semangka kembali dihadapkan dengan masalah baru. Jika dulu saat masa awal tanam mereka dihadapkan dengan kesulitan mencari pupuk, kini mereka justru dipusingkan karena cuaca yang kerap kurang bersahabat.

Sejumlah petani semangka mengakui, hujan dengan intensitas tinggi beberapa pekan kemarin membuat sejumlah lahan pertanian semangka tergenang air. “Air memang dibutuhkan, tapi kalau terjadi terus-terusan tiap hari digenangi air hujan, itu yang kurang bagus,” kata Muhklis, petani semangka asal Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, yang memiliki lahan semangka di Kecamatan Ambulu.

Pihaknya menilai, salah satu dampak dari seringnya terkena genangan air hujan yakni berpengaruh pada hasil produksi. Mulai dari memengaruhi rasa, ukuran, bahkan bobot semangka. “Kalau harga tidak terlalu berpengaruh. Pengaruh besarnya pada kualitas semangka yang semakin menurun,” jelas Mohammad Solehudin, petani semangka asal Dusun Panggul Mlati, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.

Kendati musim panen semangka hari ini sedikit melempem, namun sejumlah petani semangka belum mengetahui kalkulasi keseluruhan kerugian mereka. “Asalkan harga semangka masih normal, dengan kondisi ini, petani masih bisa untung. Tapi kalau harganya kaya harga kubis dulu, yang sampai anjlok, jelas merugi,” bebernya. (mau/c2/lin)

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2