Warga Desa Gambangan Bikin Bio Gas

ALTERNATIF -Warga Desa Gambangan membuat sumur beton untuk menampung kotoran sapi

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID – Ditengah mahalnya harga BBM dan gas elpiji, warga yang tinggal di Desa Gambangan Kecamatan Maesan berusaha mencari alternatif pengganti gas elpiji atau gas melon. Mereka memanfaatkan kotoran sapi yang memang banyak tersedia di desa mereka. Sebab, sebagian besar warga desa Gambangan suka memelihara sapi. Diharapkan energi bio gas yang tengah dibuat warga itu, dengan bantuan instansi terkait segera berhasil.

IKLAN

Sekdes Gambangan Arif mengatakan kepada Jawa Pos Radar Ijen, ada sekitar 400 KK yang memelihara sapi. Tentu saja, setiap harinya banyak kotoran sapi yang terdapat dikandang sapi atau tercecer di pelataran. “Daripada kotoran sapi ini dibuang ke sungai atau tercecer di lahan, lebih baik kotoran sapi ini dimanfaatkan sebagai bio gas, “katanya, Minggu (19/8).

Maka warga yang kreatif itu membikin sumur-sumur untuk menampung kotoran sapi atau berfungsi sebagai Instalasi Pembuangan Limbah (IPL). Warga mengambil kotoran sapi untuk dimasukan ke dalam sumur yang sudah dibeton. “Setiap satu baskom kotoran sapi yang akan dimasukan ke sumur harus dicampur dengan satu baskom air, “tambahnya.

Setelah sumur itu penuh dengan kotoran sapi, maka diharapkan bisa menghasilkan bio gas. Warga juga membuat pipa khusus diatas sumur beton tersebut untuk aliran gas yang dihasilkan dari kotoran sapi untuk dialirkan ke rumah warga.

“Memang tidak mudah untuk menghasilkan bio gas tetapi kami berusaha untuk mencari energi alternatif ditengah ketergantungan dari energi dari fosil, “tambahnya.

Sampai saat ini, memang energi bio gas yang dibuat oleh warga desa Gambangan belum maksimal. “Karena gas yang dihasilkan masih sangat kecil, “katanya . Gas yang disalurkan ke pipa menuju rumah warga itu disambungkan ke kompor gas. “Namun hanya bisa memasak air saja. setelah itu kompor mati, “terangnya. Karena bio gas yang dihasilkan masih kurang maksimal.

Boleh dikata usaha warga untuk mencari energi alternatif ini belum sempurna. “Karena sumur yang dibuat untuk penampungan kotoran sapi belum maksimal untuk menghasilkan bio gas yang diharapkan sebagai pengganti gas melon, “ujarnya.
Namun warga desa Gambangan tidak mengenal putus asa. Dengan bantuan tenaga teknis dari instansi terkait mereka berusaha mencari sumber energi alternatif.

“Memang saat ini belum berhasil menghasilkan bio gas secara maksimal tetapi kami akan terus berusaha membuat bio gas yang ramah lingkungan, “katanya. Jika usaha membuat energi bio gas berhasil secara sempurna maka warga desa tidak perlu membeli tabung gas melon.

“Mereka cukup memelihara sapi dan memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan baku bio gas, “ujarnya. Bahkan jika usaha pembuatan sumur bio gas berhasil maka desa gambangan Maesan bisa menjadi percontohan desa lain. (eko)

Wartawan :Gugah Eko Saputro
Fotografer: Gugah Eko Saputro

Editor : Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :