Bank Jatim Komitmen Majukan UMKM di Jawa Timur

Eko Saputro/Radar Ijen KOMPAK: Direktur Operasional Bank Jatim Rudie Hardiono dan Pemimpin Cabang Bank Jatim Bondowoso Rr Endang Saraswulan serta Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf Turmudi SAg.

BONDOWOSO – Pembukaan acara Bondowoso Festival Desa Nusantara 2018 yang dihadiri Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo BSEE MBA di RBA Alun-alun Bondowoso berlangsung semarak, Senin malam kemarin (16/7). Acara tersebut dihadiri Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni dan Wakil Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin, serta anggota DPR RI Komisi II dari PKB Nihayahatul  Wafira, Direktur  Bank Jatim, Direktur Bank BRI, Direktur Bank BNI, serta para kepala desa.

IKLAN

Bondowoso Festival Desa Nusantara 2018 bertujuan mengangkat potensi desa dan pelaku UMKM. Agar perekonomian di daerah meningkat dan mengikis angka kemiskinan. “Alhamdulilah, di Bondowoso angka kemiskinan jauh menurun. Kalau pada tahun 2008 angka kemiskinan mencapai 22 persen, maka pada tahun 2018 ini, angka kemiskinan di Bondowoso turun menjadi 14 persen,” ujar Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni, dalam sambutannya.

Bahkan saat ini, kata Amin Said Husni, Bondowoso sudah dinyatakan terbebas dari daerah miskin atau tertinggal. ”Secara de facto, Bondowoso sudah tinggal landas alias terbebas dari daerah miskin,” tambahnya. Banyak faktor yang menyebabkan Bondowoso saat ini mampu keluar dari kemiskinan. Antara lain, karena gencarnya pembangunan yang dilakukan di semua desa yang menggunakan dana desa (DD). “Dengan adanya DD, maka setiap desa mampu melakukan kreativitas untuk membangun,” katanya.

Bahkan, Amin Said Husni beberapa tahun sebelumnya gencar memerintahkan setiap desa untuk memiliki satu produk unggulan. Termasuk produk unggulan yang berasal dari sektor pertanian dan perkebunan, bahkan kerajinan bisa dijual oleh desa.

Selain itu, Amin Said Husni memulai membuat program klaster kopi di Sumberwringin, 2011 lalu. ”Sampai saat ini, petani kopi Bondowoso mampu mengekspor kopi arabika kelas dunia ke Eropa, juga beberapa negara lainnya,” katanya.

Oleh sebab itu, Amin Said Husni menyebut Bondowoso sebagai Bondowoso Republik Kopi atau BRK. “Karena Bondowoso sebagai penghasil kopi terbaik di dunia,” katanya. Amin Said Husni juga mampu mengembangkan sektor wisata di Bondowoso. Ada Kawah Ijen, Kawah Wurung, serta desa wisata.

Direktur Operasional Bank Jatim Rudie Hardiono memberi perhatian kepada sektor UMKM di Jatim. Bahkan, dalam mengucurkan kredit, Bank Jatim sudah mengucurkan dana sebesar 60 persen ke sektor UMKM. Sedangkan, dana sebesar 40 persen dikucurkan untuk korporasi. “Jadi, Bank Jatim ini sangat memperhatikan perekonomian yang digerakkan oleh UMKM, dan sektor UMKM ini menjadi garapan Bank Jatim untuk memajukan perekonomian Jawa Timur,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan, pemerintah sangat memperhatikan warga di perdesaan. Bahkan, pemerintah sudah mengucurkan DD ratusan triliun ke daerah atau desa-desa. “Itu untuk memajukan desa agar tidak tertinggal,” katanya. (kl/eko/c2/aro)

Reporter :

Fotografer :

Editor :