PERMINTAAN TURUN: Sahira, pedagang di Pasar Larangan, memotong daging ayam kemarin. Harga komoditas itu naik sejak Minggu (13/10). (Boy Slamet/Jawa Pos)

JawaPos. com – Harga daging ayam kembali naik. Dari pantauan di Pasar Taman kemarin (15/10), harganya mencapai Rp 34.000 per kilogram. Harga itu naik Rp 3.000 dari sehari sebelumnya.

IKLAN

Ali Sofyan, pedagang setempat, mengatakan bahwa tingginya harga daging ayam membuat dagangan kurang laris. Pembeli mengurangi jumlah daging yang dibeli. ”Ada yang biasa beli 4 kilogram. Sekarang hanya setengahnya,” terangnya.

Ali mengaku menjual 1 kilogram daging ayam potong Rp 34.000–Rp 35.000. Padahal Minggu (13/10), dia membanderol Rp 29.000. ”Setiap hari terus merangkak naik. Terkadang seribu atau dua ribu rupiah,” ucapnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Ayam Potong Pasar Taman Imam Bukhori menyampaikan, kenaikan terjadi dari peternak. Dia mengatakan, harga 1 kilogram ayam saat ini mencapai Rp 20.500. Sebelumnya Rp 16.000. Terkereknya harga itu berdampak pada jumlah permintaan yang semakin turun.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Listiyaningsih membenarkan adanya lonjakan harga daging ayam. Tidak hanya di Pasar Larangan dan Taman. Pasar lainnya seperti Porong juga senasib. Bahkan, mencapai Rp 35.000 per kilogram. ”Rata-rata mahal,” ujarnya.

Apa penyebabnya? Lis, sapaan Listiyaningsih, menjawab bahwa stok daging ayam minim. Saat dikonfirmasi secara terpisah, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Sidoarjo Abriyani Susilowati menyampaikan, stok daging ayam berkurang lantaran efek dari pengurangan bibit ayam di tingkat produsen. ”Bulan lalu sempat overproduksi. Harga ayam di tingkat peternak anjlok karena berlimpah,” terangnya.

Lonjakan Harga Daging Ayam

Minggu (13/10) | Senin (14/10) | Selasa (15/10)

Pasar Krian | Rp 32.000 | Rp 34.000 | Rp 34.000

Pasar Taman | Rp 29.000 | Rp 31.000 | Rp 34.000

Pasar Larangan | Rp 32.000 | Rp 33.000 | Rp 34.000

Pasar Porong | Rp 32.000 | Rp 33.000 | Rp 35.000

Sumber: Disperindag Sidoarjo

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : oby/c6/dio