Freelance, Peluang Kerja bagi Milenial

KULIAH UMUM: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestainto Dardak saat berbicara di hadapan mahasiswa di Auditorium Universitas Jember, Sabtu lalu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Era Revolusi Industri 4.0 membuat aktivitas perekonomian berjalan cepat dan efisien. Dampaknya tak hanya pada produksi produk perekonomian, namun juga  pada sumber daya manusia (SDM). Ketersediaan lapangan kerja terus berkembang mengikuti zaman.

IKLAN

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam kegiatan Unej Expo IT 2020 di Auditorium Universitas Jember, Sabtu (14/12). Menurut dia, pelaku bisnis hari ini tak harus menjadi pekerja atau dibingungkan mencari pekerjaan. Tapi mereka bisa mandiri dengan cara dan keahlian sendiri.

“Sekarang trennya jadi pekerja freelance. Itu  semakin diminati,” ucapnya. Menurutnya, hampir setiap aktivitas perekonomian di era digital ini dituntut efisien dan berdaya saing. Hal itu sebagai strategi dalam memenangkan persaingan pasar dan meminimalisasi pengeluaran sebuah perusahaan.

Beberapa contoh pekerjaan freelance yang bisa dijajaki mulai dari desain grafis, pemasaran digital, dan kemampuan lain yang banyak dibutuhkan oleh perusahaan. Emil juga menilai, freelance menjadi salah satu profesi yang pas untuk generasi milenial. Sebab, selain tidak terikat waktu untuk ke kantor,  pekerja freelance juga berkesampatan mengembangkan karir dalam skala yang lebih luas lagi, atau menjajaki peluang yang lain. Hal itu memiliki keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan menjadi pegawai atau  karyawan kantor biasa.

Pemprov Jember mengaku telah mengupayakan untuk menjembatani kebutuhan milenial itu. Yakni melalui program Millenial Job Center (MJC) yang merupakan salah satu dari program utama Nawa Bhakti Satya Gubernur Jawa Timur. MJC akan mempertemukan freelancer dengan industri, perusahaan, klien, atau pihak lain yang membutuhkan.

“Sekarang perusahaan mau mencari pekerja full time dan tidak mau menggaji full time, perusahaan mau cari pekerja part time,” jelasnya. Pihaknya telah menggaet sejumlah perusahaan jasa ternama sebagai wadah aktualisasi milenial.

Suami dari Arumi Bachsin itu menambahkan, menjadi pengusaha atau pegawai kantoran itu memang cenderung lebih diminati oleh milenial. Namun, jika melihat peluang yang ada, perusahaan-perusahaan sekarang sudah jarang mencari pekerja yang full time.

“Kalau dulu orang ngantor, kantornya gede pegawainya banyak, maka sekarang kantor lebih efisien. Tidak perlu besar dan tidak perlu banyak orang dengan menggunakan model pekerja freelance atau pekerja lepas itu,” tandasnya.

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Bagus Supriadi