Uji Kualitas Kopi dan Coklat Jember

BIN Cigar Bakal Datangkan 20 Buyer Internasional

SELEKSI KUALITAS KOPI: Para pelaku usaha kopi dan coklat saat proses uji kualitas kopi dan coklat di Kafe Tebing Taman Botani Sukorambi kemarin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Potensi komoditas kopi dan coklat masih belum dioptimalkan secara maksimal. Padahal, keduanya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Jember. Untuk itulah, BIN Cigar Jember mengumpulkan para pelaku usaha coklat dan kopi untuk menguji kualitasnya di Kafe Tebing Taman Botani Sukorambi kemarin (13/10).

IKLAN

Uji kualitas tersebut, dilakukan oleh para penguji yang memiliki Q-Grader kopi yang didatangkan oleh BIN Cigar dari berbagai daerah. Mereka me-review hasil olahan dari para pemilik kopi dan coklat tersebut. Mulai dari proses pembuatan hingga cita rasanya.

“Satu persatu  akan diperlihatkan bagaimana cara mengolah, membuat hingga prospek bisnisnya,” kata Febrian Ananta Kahar, owner BIN Cigar. Sebab, pada acara pertemuan produsen dengan buyer tersebut, pembeli akan menilai rasanya dan akan bertanya apakah bisa untuk mencapai target penjualan dengan jumlah tertentu.

“Kalau rasanya bagus, caranya bagus, mampu sesuai target, misal Rp 10 juta setahun, bisa masuk,” tuturnya. Tak kalah penting, adalah konsistensi untuk memenuhi permintaan para pembeli, baik pembeli lokal hingga internasional.

“Jumlahnya tidak harus besar, yang penting kualitas dan konsisten,” imbuh koordinator Paguyuban Destinasi Wisata Jember (DWJ) tersebut. Para pemilik kopi dan coklat itu mengikuti uji kualitas secara gratis. Bahkan, mereka juga bisa mendapat review apa kekurangan dan kelebihan produknya.

“Kalaupun mereka tidak bisa masuk tahun ini, bisa ikut lagi tahun depan, mereka akan dibimbing oleh tim juri itu,” paparnya. Para peserta yang ikut dalam uji seleksi tersebut sebanyak delapan dari awal yang mendaftar 15 pelaku usaha kopi dan coklat.

BIN Cigar  akan mengundang 50 pembeli lokal dan 20 pembeli internasional pada pertengahan November mendatang. “Mereka diseleksi mana yang bisa masuk untuk dipertemukan dengan para pembeli itu,” tuturnya.

Febrian menambahkan, pertemuan antara produsen dan pembeli itu tak hanya dengan para pembeli saja. Namun, juga disambungkan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Disperindag Jember. “Disperindag akan berkomunikasi dengan Kemenlu, produk ini akan dibawa ke luar negeri, mereka harus siap,” ungkapnya.

Para pelaku usaha kopi dan coklat itu harus bangkit untuk lebih maju. Kopi dan coklat diangkat karena merupakan potensi luar biasa Jember. Begitu juga tembakau dengan produk cerutunya. “Kopi dan coklat itu temannya cerutu, lebih indah kalau ini dipasarkan bersama,” tambahnya. BIN Cigar melalui CSR mencoba untuk mengajak para pelaku usaha kopi itu meningkatkan mutunya.

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Bagus Supriadi

Editor : Bagus Supriadi