Permintaan White Burley Turun

Petani Bisa Pantau Perkembangan Pasar lewat Mitra

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pertanian tembakau di Lumajang sempat mengalami kejayaan dalam satu dekade terakhir. Namun, belakangan mulai mengalami penyusutan. Terutama jenis white burley yang permintaannya menurun.

IKLAN

Catatan RadarJember.id, tahun lalu, jenis tembakau white burley ditanam pada lahan seluas 299 hektare dengan hasil produksi 538,2 ton. Namun, tahun ini diperkirakan menurun.Penurunan mencapai 30 persen dari hasil sebelumnya, sehingga kebanyakan petani terpaksa menjual hasil panennya dipasar dengan jaringan tengkulak yang dimiliki.Memang, ratusan ton tembakau sudah tembus ekspor ke berbagai negara.

Namun, ratusan ton tersebut tidak mencakup seluruh hasil panen petani tembakau yang tergabung dengan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI). Banyak petani memilih menjual sendiri hasil panennya.Terlebih permintaan pasar lokal yang hanya dari perusahaan itu­itu saja.

Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen tembakau belum terakomodasi semuanya. “Ibarat makan, Lumajang ini hanya lauknya saja. Sedangkan Jember dan Probolinggo itu nasinya,” ujar Dwi Sekretaris APTI.

Penurunan tersebut akibat permintaan tembakau white burley semakin sedikit. Bahkan, salah satu mitra tembakau mengatakan, pihaknya hanya membutuhkan separuh hasil panen dari tahun kemarin. Kondisi itu sejalan dengan penurunan konsumsi rokok yang terjadi di berbagai negara tujuan ekspor.

Ir H Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang menegaskan, Lumajang memang pernah menjadi penyuplai tembakau terbaik. Dengan penurunan sekarang ini, pemerintah akan terus memberi dukungan pada petani.Bunda Indah, sapaan akrabnya, mengatakan, pemerintah akan berupaya melakukan pembinaan dan memfasilitasi petani untuk mengembalikan kejayaan tem­bakau yang berkualitas.

Dengan harapan permintaan pasar makin meningkat. “Petani harus manut pada mitra, mitra yang tau permintaan pasar. Karena mitra lah yang mengerti pasar tem­bakau,” ujarnya.

Reporter : mg2

Fotografer : mg2

Editor : Hafid Asnan