Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Rp 80 Ribu

MASIH MAHAL: Aktivitas para pedagang dan pembeli di Pasar Tanjung, kemarin. Harga cabai masih dikeluhkan karena mahal.

RADAR JEMBER.ID – Jelang Hari Raya Idul Adha pada Minggu (11/8) mendatang, sejumlah kebutuhan pokok belum sepenuhnya turun. Salah satunya cabai besar merah yang masih di angka Rp 55 ribu per kilogram. Sedangkan cabai rawit Rp 80 ribu.

IKLAN

Supriyadi, salah seorang pedagang yang biasa melapak di Pasar Tanjung mengatakan, sejumlah barang kebutuhan pokok dalam beberapa pekan ini belum bisa stabil. Hal itu dinilai karena stok dari petani dan pengepul yang kian menipis “Untuk cabai merah besar sekarang tembus 55 ribu per kilogram,” ucapnya. Bahkan, cabai  rawit Rp 80 ribu per kilogram. Dia menjelaskan, kenaikan tertinggi masih didominasi cabai. Meskipun sebenarnya tiap momen Hari Raya Kurban harga cabai nyaris selalu naik.

Tak hanya di komoditas cabai, sejumlah kebutuhan lain juga naik. Salah satunya jahe yang beberapa pekan lalu masih di kisaran harga Rp 16 ribu per kilogram. Kini, harganya mencapai Rp 25 ribu. Sedangkan kunyit, daun sere, kencur, daun jeruk, laos, dan bumbu dapur lainnya masih mengalami kenaikan di kisaran seribu. “Khawatirnya untuk cabai ini kejadian pada 2015 kemarin yang tembus Rp 150 ribu per kilo itu terulang lagi,” keluhnya.

Tak hanya Supriyadi, sejumlah pedagang lain pun mengeluhkan hal yang sama. Seperti pengakuan  Septa Andriani, pedagang sembako asal Kelurahan Gebang. Menurutnya, banyak petani di perdesaan  yang tanam tembakau. Hal itu yang membuat harga komoditas bumbu dapur terus mengalami kenaikan karena kekurangan stok. Termasuk  cabai.

“Cabai itu rutinan naik tiap tahun. Saya jual cabai rawit Rp 75 per kilo. Cabai merah besar Rp 60 per kilonya. Besok ini mau kurban, jadi semakin dicari banyak orang dan harganya semakin mahal,” ungkapnya. Dia meyakini, setelah Idul Adha usai, harga komoditas bumbu dapur akan perlahan kembali stabil.

Tak hanya menjadi keluhan para pedagang, kenaikan harga barang-barang dapur akhir-akhir ini juga dikeluhkan oleh para pembeli. Selaku konsumen, kenaikan itu sedikit berdampak pada pengeluaran mereka sehari-hari.

Seperti pengakuan Nur, salah seorang pembeli dari Kecamatan Arjasa. Saat ditemui di Pasar Tannjung, dia turut menyayangkan harga-harga barang dapur yang belum bisa stabil. “Harus mulai menyesuaikan, biasanya beli setengah kilo sekarang harus beli ngecer,” jelasnya. (*)

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Bagus Supriadi