Cegah Kebocoran, Pasar Pakai E-retribusi

Sholikhul Huda/Radar Ijen TINJAU PASAR: Bupati Amin Said Husni bersama Wakil Bupati Salwa Arifin dan rombongan Forpimda saat mengunjungi stan di Pasar Induk Bondowoso.

RADARJEMBER.ID- Forpimda menggelar peresmian Pasar Induk Bondowoso dan Jembatan Ki Ronggo, kemarin (6/8). Pada peresmian itu, Forpimda mengenalkan e-retribusi untuk pembayaran retribusi pasar. Hal itu dinilai bisa menjadi solusi untuk mencegah kebocoran PAD retribusi pasar.

IKLAN

Bupati Amin Said Husni mengatakan, adanya pembayaran e-retribusi merupakan solusi agar penerimaan PAD retribusi pasar bisa maksimal. Sebab, dengan sistem elektronik, dipastikan pembayaran e-retribusi akan lebih transparan. “Dipastikan dengan e-retribusi, pembayaran akan bisa maksimal dan langsung bisa masuk ke kas daerah,” terangnya.

Dijelaskannya, ketika dibayar manual atau tunai, tentu akan ada pengendapan dana. Ketika memakai e-retribusi, dana tersebut langsung masuk ke rekening daerah. Pedagang cukup menyediakan ATM, sedangkan petugas membawa electronic data capture (EDC). “Petugas dari diskoperindag akan keliling membawa alat, pedagang tinggal menggesek,” paparnya.

Adanya e-commerce ini adalah langkah untuk menekan potensi kebocoran. Ketika dibayar tunai, maka ada potensi penarikan lebih atau ada potensi tidak disetor. Namun, dengan langkah nontunai, potensi itu bisa ditekan. “Bisa dipastikan tidak akan ada kebocoran, karena pembayaran dilakukan secara (daring), real time. Sehingga, bisa dipastikan penerimaan daerah semakin meningkat, masyarakat akan semakin nyaman dan semakin transparan,” ujarnya.

Plt Sekda Bondowoso Karna Suswandi berharap, pasar induk bisa menjadi pusat perekonomian masyarakat. Dengan pergerakan ekonomi, harapannya akan ada perputaran ekonomi yang terjadi di Bondowoso. “Yang pada gilirannya bisa meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat agar lebih baik,” terangnya.

Sementara itu, pimpinan Bank Jatim KCP Bondowoso Endang Saraswulan mengatakan, e-retribusi ini diterapkan pertama kalinya di Bondowoso. Bahkan, sebelum pasar diresmikan, terlebih dahulu diujicobakan. “Sejak 8 Maret 2018 lalu, Pasar Induk Bondowoso telah menjadi pilot project pelaksanaan e-retribusi,” ujarnya.

Hasilnya, mayoritas pedagang telah membayar pajak melalui mesin EDC Bank Jatim dengan lebih baik. Diskoperindag menganggap penerapan e-commerce di pasar induk berhasil. Berikutnya bersama Bank Jatim, akan melebar ke Pasar Wonosari dan Prajekan.

Reporter & Fotografer : Sholikhul Huda
Editor : Narto
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :