Petani Tebu Datangi Istana Negara

JAKARTA- Para tokoh petani tebu seluruh Indonesia yang tergabung Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), mendatangi Istana Negara di Jakarta. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi kepada Presiden Joko Widodo.

IKLAN

Sebagai perwakilan Presiden Joko Widodo, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) TNI Moeldoko, menemui rombongan yang dikomandani Arum Sabil, Selasa (5/6) kemarin. Kepada radarjember.id, Rabu (6/6) siang, Arum Sabil menyampaikan beberapa hasil pertemuannya.

– Kebijakan harga pangan murah, diterapkan dengan semangat berkeadilan, serta tetap menjaga dan melindungi petani dalam usaha taninya. Tentu dengan jaminan kepastian supaya mampu memiliki nilai ekonomi yang berdaya.

– Harga Eceran Tertinggi (HET) gula Rp 12.500, agar ditinjau ulang karena secara psikologis dan logika pasar, akan menekan harga jual gula petani. Karena biaya produksi gula petani saat ini sudah mencapai Rp9.700/kg hingga 10.500/kg.

– Penetapan HET gula yang berkeadilan dan wajar untuk menjaga kepentingan petani dan konsumen idealnya adalah Rp15.000/kg. Karena kebutuhan perkapita gula masyarakat Indonesia untuk konsumsi rumah tangga dan industri makanan dan minuman total mencapai sekitar 18 kg pertahun hingga 20 kg pertahunnya.

– Pada musim panen tebu tahun 2018, gula petani supaya dibeli pemerintah dengan  harga sesuai usulan Menteri Pertanian yang berdasarkan hasil perhitungan tim independen, yang telah ditunjuk oleh pemerintah, dengan nilai Rp10.500/kg.

– Pembelian gula petani melalui Bulog harus di bebaskan dari pungutan Pajak Pengjasilan (PPh)

– Monopoli istilah penjualan gula curah yang hanya bisa di lakukan oleh Bulog agar di cabut.

– SNI gula agar di cabut, karena penerapanya hanya berdasarkan kualitas warna bukan berdasarkan hieginistas dan kelayakan dari sisi kesehatan dikonsumsi manusia.

–  KPK dan Satgas Pangan agar bersinergi dalam memberantas aan membongkar sindikat mafia gula impor dengan modus investasi industri gula di dalam negeri.

– Apabila di musim panen dan giling tahun 2018, petani tebu dan pabrik gula yang berbasis tebu mengalami kebangkrutan massal, maka bisa dipastikan sebagian motor penggerak ekonomi masyarakat perdesaan akan lumpuh. Pastinya kemiskinan bertambah dan ketergantungan terhadap gula impor semakin nyata.

Menanggapi aspirasi petani tebu tersebut Kepala Staf  Kepresidenan,  Moeldoko, memastikan dan meyakinkan kepada para perwakilan petani tebu tersebut, akan langsung menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Bahkan kata Arum, Moeldoko menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo akan selalu memberi perhatian dan perlindungan, kepada petani dan pertanian Indonesia. “Pak Moeldoko juga menegaskan akan mendorong sinergiitas antar kementerian terkait, supaya kebijakan pergulaan nasional benar-benar mendapat perlindungan negara,” akunya.

Fotografer   : Arum Sabil for radarjember.id

Reporter     : Rully Efendi

Editor         : Winardi Nawa Putra

 

Reporter :

Fotografer :

Editor :