Kerajinan Manik-Manik Beromzet Jutaan, Berdayakan 27 Karyawan

TEMBUS BALI: Inilah kerajinan manik-manik di rumah Hosrina, Dusun Kenanga, Desa Kejawan, Bondowoso.

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID – Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Pepatah itulah yang pantas disematkan pada Hosrina. Janda dua anak ini sangat gigih dalam menempuh hidup. Sempat menjadi kuli bangunan di Bali, kini ia menjadi suplier manik-manik. Omzetnya jutaan rupiah, dan bisa memberedayakan 27 pekerja.

IKLAN

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, istri Alm Moh Ilham ini mengaku sudah menjalankan usaha sekitar 4 tahun ini. Awalnya ia mengadu nasib di Bali. Karena sangat keterbatasan ekonomi, ia bahkan sempat menjadi kuli bangunan. “Saya selanjutnya ikut membuat kerajinan manik-manik untuk hiasa Pura,” jelasnya.

Berikutnya karena kinerjanya yang bagus, ia dipercaya salah seorang pengepul. Akhirnya ia pulang, dan membuat ladang usaha di rumahnya. Awalnya hanya beberapa orang saja. Saat ini sudah sampai 27 orang. Enaknya, bekerja merakit manik-manik ini, sangat menghasilkan, namun bisa menjadi pekerjaan tambahan.

Mereka yang setiap harinya berladang, pulang kerja bisa kerja sambilan. Apalagi kerjaannya gampang. Bahkan seorang yang difabel bisa mengerjakannya. Sebab ada salah seorang difabel yang bekerja.

Fitroh Nur Fajri, anak kedua Hosrina sangat bangga kepada ibundanya. Karenanya ia ingin bisa sukses dan bisa bermanfaat bagi sekitar.

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Hafid Asnan