Online Shop Salip Medsos

PERLUAS INFORMASI: Kementrian Komunikasi Informasi RI saat menggelar sosialisasi ‘Merawat Kebangsaan dengan Pemanfaatan Teknologi ITE’ di Silo kemarin.

SILO – Pemanfaatan internet oleh masyarakat Indonesia mengalami pergeseran dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, kini penggunaan untuk konten komersial atau e-commerce sangat mendominasi di Indonesia. Penggunaannya mengalahkan media sosial facebook yang sempat merajai bertahun-tahun.
Hal ini terungkap dalam kegiatan seminar nasional yang digelar kementerian kominfo di Desa Sempolan, Silo, kemarin. Dalam seminar bertajuk ‘Merawat Kebangsaan dengan Pemanfaatan Teknologi ITE’ ini dihadiri Ari Wahyuniarti, kepala Divisi Kepegawaian, Keuangan dan Tata Usaha Bakti Kemenkominfo dan Ketua Komisi 1 DPR RI Syaiful Bahri Ansori.
Ari menuturkan, internet sudah menjadi kebutuhan masyarakat untuk kegiatan sehari-sehari. Oleh karena itu, pihaknya membuat program prioritas jangka panjang yakni dengan berupaya menyebar kabel optik sampai ke pelosok. “Sehingga masyarakat yang ada dapat menikmati akses jaringan secara merata hingga ke pelosok desa,” jelasnya.
Apalagi, saat ini masyarakat banyak menggunakan paket langganan internet mobile dengan handphone. “Penggunaannya sampai 90,2 persen atau sekitar 119,6 juta paket bulanan,” jelasnya. Hal ini menunjukkan jika kebutuhan masyarakat untuk jaringan internet cukup tinggi.
Namun yang menarik adalah perilaku pengguna internet Indonesia. Dimana kini mulai ada pergeseran penggunaan data internet. Dimana paling besar pada dua konten yaitu untuk konten komersial dan media sosial. “Konten komersial atau Online Shop menyalip medsos dan mendominasi penggunaan data mencapai 62 persen. Sedangkan konten media sosial yakni facebook sekitar 54 persen,” ujarnya.
Meskipun kini fasilitas internet bisa menjangkau ke pelosok desa, namun Ari mengingatkan masyarakat untuk antisipasi berita bohong alias hoax. Pihaknya berharap masyarakat membuat konten positif, tidak sering share dari sumber yang tidak jelas. “Agar berita hoax tidak semakin merajalela. Karena semua informasi itu ada undang-undangnya, maka yang menyebarkan berita bohong bisa dipidana 5-6 tahun penjara,” terangnya.
Syaiful Bahri menjelaskan, tentang Redesain Universal Service Obligation (USO) 2018 yakni kewajiban pemerintah memberikan layanan universal di bidang telekomunikasi dan informatika kepada publik. “Kita memberikan perluasan insfrastruktur telekomunikasi di daerah 3T (tertinggal, terluar dan terpencil),” katanya.
Untuk saat ini, ujar Syaiful, data statistik pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta dari total populasi penduduk Indonesia 256,2 juta orang. Komposisi pengguna internet yakni sebagian besar pekerja dan wirausaha sebanyak 62 persen. “16 persen oleh ibu rumah tangga. Disusul 7,8 persen mahasiswa dan 6,3 persen pelajar. Serta 0,6 persen lainnya,” pungkasnya. (ram/wah)

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :