PHRI Minta Hotel Hindari Perang Tarif

DIPENUHI PEMUDIK.Hotel dipenuhi pemudik saat lebaran tidak heran hal itu diikuti oleh naiknya harga kamar hotel.

RADARJEMBER.ID – Di saat libur panjang lebaran seperti tahun ini, hunian hotel mengalami kenaikan, karena banyak pemudik yang memanfaatkan hotel sebagai tempat beristirahat bersama keluarga.

IKLAN

Dalam penjelasannya, Teguh Suprayitno, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kabupaten Jember menegaskan, di bulan ramadan kamar hotel masih terlihat lengang.

“Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, saat hari lebaran pemudik banyak menghabiskan waktu liburnya di hotel,” jelas Teguh.

Dari pantauan PHRI Kabupaten Jember selama ini menyebutkan, biasanya untuk hotel-hotel di kawasan perkotaan cenderung terjadi lonjakan hunian kamar.

“Tidak jauh dari pusat kota itu merupakan pertimbangan utama saat pemudik memutuskan untuk bermalam di hotel, tidak sedikit pemudik memesan kamar melalui online sebelum bulan ramadan tiba,”ungkapnya.

PHRI sendiri mencatat, saat ini di Kabupaten Jember terdapat 2400 kamar dari jumlah keseluruhan hotel sekitar 50, baik itu non bintang sampai bintang empat.

“Dipastikan ketika lebaran hotel dipastikan menaikan tarif harga kamar, PHRI Kabupaten Jember memaklumi hal ini. Jangan sampai hotel melakukan perang tarif sehingga merugikan hotel lain, misalnya hotel berbintang sengaja menurunkan harga kamar, sehingga harga kamarnya sama seperti hotel non berbintang, tentu hal ini tidak diperbolehkan karena akan merugikan hotel lainnya,” imbuh Teguh.

Diakui oleh owner Hotel Lestari Jember, PHRI terus melakukan peningkatan kompetensi karyawan hotel untuk mendapatkan sertifikasi, melalui berbagai pelatihan, salahsatunya seperti yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember.

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih