Musim Hujan, Omzet Penjualan Mantel Malah Turun

SEPI: Salah seorang penjual jas hujan di bilangan Jalan Hayam Wuruk, Kaliwates. Meski saat ini memasuki musim hujan, tapi omzet penjualannya turun dibandingkan tahun sebelumnya.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Musim penghujan, seharusnya membawa keuntungan tersendiri bagi penjual jas hujan atau mantel. Tapi kali ini, sejumlah pedagang malah mengalami penurunan omzet. hal tersebut diungkapkan oleh salah satu penjual mantel Toni di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Kaliwates.

Pedagang mantel musiman tersebut mengungkapkan, penjualan mantel di musim hujan kali ini berbeda dengan tahun sebelum adanya Covid-19. Dia mengaku penjualannya menurun drastis, bahkan sampai 50 persen dari tahun sebelumnya. “Paling laku dua per harinya. Bahkan pernah tidak laku sama sekali selama sehari,” ungkapnya.

Dia juga mengaku, meski setiap hari di Jember selalu hujan, tapi pembeli yang mampir di lapaknya tetap sedikit. Apalagi hujan deras orang-orang lebih memilih berteduh di teras pertokoan pinggir jalan. “Kalau hujannya tanggung, itu baru ada yang beli,” tuturnya.

Menurutnya, tahun sebelumnya hasil penjualan cukup untuk menghidupi keluarganya. Tapi kondisinya berbeda dengan musim hujan tahun ini. Padahal, kata dia, menjual mantel saat musim hujan menjadi harapan untuk menghidupi keluarganya. “Saya jual musiman. Kalau tidak musim hujan saya nganggur,” pungkasnya. (*)

Editor: Mahrus Sholih
Reporter: mg3
Fotografer: mg3