Hairus Kembangkan Budidaya Cendawan Menjadi Wisata Edukasi

Bisa Belajar Budidaya Sambil Menyantap Kudapan Jamur

EDUKATIF: Hairus sedang mengedukasi proses perawatan jamur kepada salah satu pengunjung.

PANTI.RADARJEMBER.ID- Budidaya jamur tiram semakin marak dilakukan oleh masyarakat Jember. Seperti yang dilakukan Hairus Soleh, 53, Dusun Delima Barat, Desa Kemiri, Kecamatan Panti. Ia menekuni usaha jamur tiram sejak 2019 lalu.

Berbeda dengan pengusaha lainnya, Hairus tidak hanya menekuni jamur untuk kepentingan berbisnis. Ia juga mengangkat usahanya sebagai salah satu destinasi wisata edukasi yang dikelola oleh para pemuda dan Pemerintah Desa Kemiri.

Dalam program tersebut, ia memberikan edukasi mengenai proses pembuatan jamur bagi para wisatawan yang datang. Edukasi yang diberikan dimulai dari pembuatan beklok atau media tumbuhnya jamur. Lalu, terdapat juga edukasi perawatan dan pemetikan jamur. Kemudian, wisatawan juga akan disuguhi berbagai menu olahan berbahan dasar jamur. Seperti sate jamur dan bakso jamur.

Selanjutnya, wisatawan juga mendapatkan edukasi pembuatan pupuk kompos yang terbuat dari beklok bekas pemetikan jamur tiram. Pupuk-pupuk tersebut digunakan untuk perawatan tanaman organik yang berada tepat di sebelah bangunan pembuatan jamur.

“Ini berkesinambungan dengan tanaman organik. Ini beklok yang tidak dipakai dicampur dengan kotoran kambing, lalu dipasangkan ke tanaman organik di samping ini. Jadi tidak ada yang terbuang, semuanya kembali ke tanah,” papar Hairus.

Saat ini, ia menggunakan sebanyak 6.000 beklok untuk budidaya jamur. Dia juga sedang berusaha melakukan pelebaran gudang agar kapasitas jamurnya lebih banyak. Kemudian juga dapat memberi kepuasan terhadap para wisatawan yang datang. “Ini ada enam ribu beklok. Kalau ini sudah selesai, jadinya sekitar sepuluh ribuan. Hitungannya kami menambah sekitar empat ribu,” imbuhnya. (*)

Editor: Mahrus Sholih
Reporter: mg2
Fotografer: mg2