alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Rawan Bencana, Warga Ajukan Tempat Relokasi Lain

Minta Dipindah ke Desa Sumberrejo dan Desa Penanggal

Mobile_AP_Rectangle 1

DITOTRUNAN, RadarJember.Id – Mendekati peletakan batu pertama pembangunan hunian sementara (huntara), sebagian warga korban terdampak erupsi Gunung Semeru mendatangi kantor DPRD Lumajang dan Pemkab Lumajang (04/12). Mereka mengajukan permohonan pindah dari tempat relokasi yang sudah direncanakan.

Sekitar pukul 10.00, beberapa orang yang mewakili 139 korban terdampak dari Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, dan Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, datang ke Kantor DPRD Lumajang. Namun, mereka hanya ditemui pegawai sekretariat.

Beberapa menit kemudian rombongan itu bergeser ke Kantor Pemkab Lumajang. Ahmad, warga Dusun Kajar Kuning, mengatakan, tempat relokasi yang direncanakan di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, dianggap masih cukup rawan terjadi bencana. Sebab, masih dekat dengan Gunung Semeru.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami hanya memohon untuk dijauhkan dari Gunung Semeru. Ini permohonan, masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Kalau misalkan tetap di Sumbermujur, saya memilih tinggal di rumah saya sendiri di Dusun Kajar Kuning. Kami menunggu bagaimana surat permohonan ini diterima. Kami menunggu kabar dari bupati,” katanya.

Menurut dia, permohonan tersebut berasal dari 139 warga yang terdampak di dua dusun tersebut. Hal itu terlihat dari salinan beberapa lembar kertas yang berisi tanda tangan serta nomor induk kependudukan (NIK) masing-masing orang yang mengusulkan pindah dari tempat relokasi yang sekarang digarap.

- Advertisement -

DITOTRUNAN, RadarJember.Id – Mendekati peletakan batu pertama pembangunan hunian sementara (huntara), sebagian warga korban terdampak erupsi Gunung Semeru mendatangi kantor DPRD Lumajang dan Pemkab Lumajang (04/12). Mereka mengajukan permohonan pindah dari tempat relokasi yang sudah direncanakan.

Sekitar pukul 10.00, beberapa orang yang mewakili 139 korban terdampak dari Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, dan Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, datang ke Kantor DPRD Lumajang. Namun, mereka hanya ditemui pegawai sekretariat.

Beberapa menit kemudian rombongan itu bergeser ke Kantor Pemkab Lumajang. Ahmad, warga Dusun Kajar Kuning, mengatakan, tempat relokasi yang direncanakan di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, dianggap masih cukup rawan terjadi bencana. Sebab, masih dekat dengan Gunung Semeru.

“Kami hanya memohon untuk dijauhkan dari Gunung Semeru. Ini permohonan, masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Kalau misalkan tetap di Sumbermujur, saya memilih tinggal di rumah saya sendiri di Dusun Kajar Kuning. Kami menunggu bagaimana surat permohonan ini diterima. Kami menunggu kabar dari bupati,” katanya.

Menurut dia, permohonan tersebut berasal dari 139 warga yang terdampak di dua dusun tersebut. Hal itu terlihat dari salinan beberapa lembar kertas yang berisi tanda tangan serta nomor induk kependudukan (NIK) masing-masing orang yang mengusulkan pindah dari tempat relokasi yang sekarang digarap.

DITOTRUNAN, RadarJember.Id – Mendekati peletakan batu pertama pembangunan hunian sementara (huntara), sebagian warga korban terdampak erupsi Gunung Semeru mendatangi kantor DPRD Lumajang dan Pemkab Lumajang (04/12). Mereka mengajukan permohonan pindah dari tempat relokasi yang sudah direncanakan.

Sekitar pukul 10.00, beberapa orang yang mewakili 139 korban terdampak dari Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, dan Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, datang ke Kantor DPRD Lumajang. Namun, mereka hanya ditemui pegawai sekretariat.

Beberapa menit kemudian rombongan itu bergeser ke Kantor Pemkab Lumajang. Ahmad, warga Dusun Kajar Kuning, mengatakan, tempat relokasi yang direncanakan di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, dianggap masih cukup rawan terjadi bencana. Sebab, masih dekat dengan Gunung Semeru.

“Kami hanya memohon untuk dijauhkan dari Gunung Semeru. Ini permohonan, masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Kalau misalkan tetap di Sumbermujur, saya memilih tinggal di rumah saya sendiri di Dusun Kajar Kuning. Kami menunggu bagaimana surat permohonan ini diterima. Kami menunggu kabar dari bupati,” katanya.

Menurut dia, permohonan tersebut berasal dari 139 warga yang terdampak di dua dusun tersebut. Hal itu terlihat dari salinan beberapa lembar kertas yang berisi tanda tangan serta nomor induk kependudukan (NIK) masing-masing orang yang mengusulkan pindah dari tempat relokasi yang sekarang digarap.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/