alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Lakukan Penyudetan Aliran Lahar Temukan Dua Jenazah Lagi 

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIULING,RadarJember.Id– Keyakinan Satuhan, pemilik pertambangan di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, mengenai masih banyak orang yang terpendam lahar panas, akhirnya terbukti. Kemarin pagi, dua korban erupsi kembali ditemukan saat petugas melakukan penyudetan aliran lahar.

Mulanya, saat proses penyudetan, petugas menemukan bangkai truk yang terpendam di tengah-tengah tambang Duta Pasir Semeru (DPS). Saat dilakukan evakuasi, petugas menemukan dua jenazah yang sudah tidak dapat dikenali. Namun, diduga kuat kedua orang tersebut merupakan warga Jember yang bekerja sebagai sopir armada truk pasir.

Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, kedua korban itu ditemukan di dalam truk pasir yang bernopol luar daerah. Besar kemungkinan orang tersebut merupakan keluarga anak dan ibu dari Jember yang dulu datang ke lokasi pengungsian.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Nopolnya berawalan P, ciri-cirinya juga hampir mirip dengan yang diceritakan oleh orang yang berasal dari Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Jember. Tapi, untuk kepastiannya, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto untuk pemeriksaan,” katanya.

Sebelumnya, Havid Krisna Ramadhan didampingi ibunya, Mugiyati, melaporkan kehilangan ayahnya yang bernama Hambali, 58 tahun, bersama kakaknya yang bernama M. Faisal Akbar, 20 tahun, ke lokasi pengungsian. Saat itu, mereka melaporkan keduanya yang tidak segera pulang dari pekerjaannya di kawasan pertambangan pasir.

- Advertisement -

KALIULING,RadarJember.Id– Keyakinan Satuhan, pemilik pertambangan di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, mengenai masih banyak orang yang terpendam lahar panas, akhirnya terbukti. Kemarin pagi, dua korban erupsi kembali ditemukan saat petugas melakukan penyudetan aliran lahar.

Mulanya, saat proses penyudetan, petugas menemukan bangkai truk yang terpendam di tengah-tengah tambang Duta Pasir Semeru (DPS). Saat dilakukan evakuasi, petugas menemukan dua jenazah yang sudah tidak dapat dikenali. Namun, diduga kuat kedua orang tersebut merupakan warga Jember yang bekerja sebagai sopir armada truk pasir.

Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, kedua korban itu ditemukan di dalam truk pasir yang bernopol luar daerah. Besar kemungkinan orang tersebut merupakan keluarga anak dan ibu dari Jember yang dulu datang ke lokasi pengungsian.

“Nopolnya berawalan P, ciri-cirinya juga hampir mirip dengan yang diceritakan oleh orang yang berasal dari Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Jember. Tapi, untuk kepastiannya, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto untuk pemeriksaan,” katanya.

Sebelumnya, Havid Krisna Ramadhan didampingi ibunya, Mugiyati, melaporkan kehilangan ayahnya yang bernama Hambali, 58 tahun, bersama kakaknya yang bernama M. Faisal Akbar, 20 tahun, ke lokasi pengungsian. Saat itu, mereka melaporkan keduanya yang tidak segera pulang dari pekerjaannya di kawasan pertambangan pasir.

KALIULING,RadarJember.Id– Keyakinan Satuhan, pemilik pertambangan di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, mengenai masih banyak orang yang terpendam lahar panas, akhirnya terbukti. Kemarin pagi, dua korban erupsi kembali ditemukan saat petugas melakukan penyudetan aliran lahar.

Mulanya, saat proses penyudetan, petugas menemukan bangkai truk yang terpendam di tengah-tengah tambang Duta Pasir Semeru (DPS). Saat dilakukan evakuasi, petugas menemukan dua jenazah yang sudah tidak dapat dikenali. Namun, diduga kuat kedua orang tersebut merupakan warga Jember yang bekerja sebagai sopir armada truk pasir.

Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, kedua korban itu ditemukan di dalam truk pasir yang bernopol luar daerah. Besar kemungkinan orang tersebut merupakan keluarga anak dan ibu dari Jember yang dulu datang ke lokasi pengungsian.

“Nopolnya berawalan P, ciri-cirinya juga hampir mirip dengan yang diceritakan oleh orang yang berasal dari Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Jember. Tapi, untuk kepastiannya, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto untuk pemeriksaan,” katanya.

Sebelumnya, Havid Krisna Ramadhan didampingi ibunya, Mugiyati, melaporkan kehilangan ayahnya yang bernama Hambali, 58 tahun, bersama kakaknya yang bernama M. Faisal Akbar, 20 tahun, ke lokasi pengungsian. Saat itu, mereka melaporkan keduanya yang tidak segera pulang dari pekerjaannya di kawasan pertambangan pasir.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/