alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Hanya Kembalikan Rp 150 Juta

Empat Orang Sudah Dipanggil Kejaksaan

Mobile_AP_Rectangle 1

Diketahui, mekanisme transaksi uang dalam kerja sama pengadaan beras itu diserahkan secara bertahap. Entah itu seminggu atau dua minggu sekali, PD Semeru memberikan uang pada penggiling beras untuk kulakan. Sebulan pertama berjalan lancar, tetapi bulan-bulan berikutnya pekerjaannya mulai macet.

“Macetnya ini yang belum kami ketahui. Tetapi, katanya di gudang penggilingan masih tersimpan puluhan ton beras,” tambahnya. Sekalipun sebetulnya tersangka kerugian perkara ini masih belum diputuskan, tetapi penggilingan beras itu kabarnya sudah menyerahkan uangnya sekitar Rp 150 juta pada inspektorat.

Sementara itu, salah satu Dewan Pengawas PD Semeru Deddy Hermansjah ketika dikonfirmasi, kemarin, mengatakan masih belum berani memastikan. Apakah perusahaan milik daerah itu sudah melaporkan pengelolaan keuangannya ketika masa-masa kerja sama berlangsung atau tidak sama sekali.

- Advertisement -

Diketahui, mekanisme transaksi uang dalam kerja sama pengadaan beras itu diserahkan secara bertahap. Entah itu seminggu atau dua minggu sekali, PD Semeru memberikan uang pada penggiling beras untuk kulakan. Sebulan pertama berjalan lancar, tetapi bulan-bulan berikutnya pekerjaannya mulai macet.

“Macetnya ini yang belum kami ketahui. Tetapi, katanya di gudang penggilingan masih tersimpan puluhan ton beras,” tambahnya. Sekalipun sebetulnya tersangka kerugian perkara ini masih belum diputuskan, tetapi penggilingan beras itu kabarnya sudah menyerahkan uangnya sekitar Rp 150 juta pada inspektorat.

Sementara itu, salah satu Dewan Pengawas PD Semeru Deddy Hermansjah ketika dikonfirmasi, kemarin, mengatakan masih belum berani memastikan. Apakah perusahaan milik daerah itu sudah melaporkan pengelolaan keuangannya ketika masa-masa kerja sama berlangsung atau tidak sama sekali.

Diketahui, mekanisme transaksi uang dalam kerja sama pengadaan beras itu diserahkan secara bertahap. Entah itu seminggu atau dua minggu sekali, PD Semeru memberikan uang pada penggiling beras untuk kulakan. Sebulan pertama berjalan lancar, tetapi bulan-bulan berikutnya pekerjaannya mulai macet.

“Macetnya ini yang belum kami ketahui. Tetapi, katanya di gudang penggilingan masih tersimpan puluhan ton beras,” tambahnya. Sekalipun sebetulnya tersangka kerugian perkara ini masih belum diputuskan, tetapi penggilingan beras itu kabarnya sudah menyerahkan uangnya sekitar Rp 150 juta pada inspektorat.

Sementara itu, salah satu Dewan Pengawas PD Semeru Deddy Hermansjah ketika dikonfirmasi, kemarin, mengatakan masih belum berani memastikan. Apakah perusahaan milik daerah itu sudah melaporkan pengelolaan keuangannya ketika masa-masa kerja sama berlangsung atau tidak sama sekali.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/