alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Santri Berbisnis, Kenapa Tidak?

Mobile_AP_Rectangle 1

“Semua anggota Koppontren harapannya bisa memulai usaha mikro secara mandiri dengan memanfaatkan kreativitas dan kemampuan sendiri. Kami menekankan untuk tidak selalu bergantung pada pemerintah. Jadi, kami sebisa mungkin mandiri, memanfaatkan sumber daya manusia ataupun modal secara mandiri,” katanya.

Meskipun forum komunikasi tersebut baru berjalan setahun ini, tetapi sudah ada 19 ponpes yang menjadi anggota. Mereka terdiri atas ponpes yang memiliki ribuan santri hingga ponpes yang memiliki santri sedang. Bahkan, setiap ponpes telah memiliki produk unggulan masing-masing yang mulai berkembang.

“Kami dorong terus ponpes lainnya untuk ikut bergabung mendirikan usaha. Sekarang ini ada pondok pesantren yang memiliki usaha makanan olahan, seperti kerupuk dan keripik. Kemudian, ada yang memiliki usaha sabun cuci dan sandal,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Taufik, santri Ponpes Tahfidz Qur’an Ar Rahmah, mengatakan, dalam setiap pertemuan para anggota melakukan evaluasi setiap produk masing-masing. Sekaligus mengenalkan produk-produk baru yang dihasilkan oleh masing-masing anggota. “Ini adalah usaha kami untuk meningkatkan perekonomian pesantren,” pungkasnya.

- Advertisement -

“Semua anggota Koppontren harapannya bisa memulai usaha mikro secara mandiri dengan memanfaatkan kreativitas dan kemampuan sendiri. Kami menekankan untuk tidak selalu bergantung pada pemerintah. Jadi, kami sebisa mungkin mandiri, memanfaatkan sumber daya manusia ataupun modal secara mandiri,” katanya.

Meskipun forum komunikasi tersebut baru berjalan setahun ini, tetapi sudah ada 19 ponpes yang menjadi anggota. Mereka terdiri atas ponpes yang memiliki ribuan santri hingga ponpes yang memiliki santri sedang. Bahkan, setiap ponpes telah memiliki produk unggulan masing-masing yang mulai berkembang.

“Kami dorong terus ponpes lainnya untuk ikut bergabung mendirikan usaha. Sekarang ini ada pondok pesantren yang memiliki usaha makanan olahan, seperti kerupuk dan keripik. Kemudian, ada yang memiliki usaha sabun cuci dan sandal,” jelasnya.

Taufik, santri Ponpes Tahfidz Qur’an Ar Rahmah, mengatakan, dalam setiap pertemuan para anggota melakukan evaluasi setiap produk masing-masing. Sekaligus mengenalkan produk-produk baru yang dihasilkan oleh masing-masing anggota. “Ini adalah usaha kami untuk meningkatkan perekonomian pesantren,” pungkasnya.

“Semua anggota Koppontren harapannya bisa memulai usaha mikro secara mandiri dengan memanfaatkan kreativitas dan kemampuan sendiri. Kami menekankan untuk tidak selalu bergantung pada pemerintah. Jadi, kami sebisa mungkin mandiri, memanfaatkan sumber daya manusia ataupun modal secara mandiri,” katanya.

Meskipun forum komunikasi tersebut baru berjalan setahun ini, tetapi sudah ada 19 ponpes yang menjadi anggota. Mereka terdiri atas ponpes yang memiliki ribuan santri hingga ponpes yang memiliki santri sedang. Bahkan, setiap ponpes telah memiliki produk unggulan masing-masing yang mulai berkembang.

“Kami dorong terus ponpes lainnya untuk ikut bergabung mendirikan usaha. Sekarang ini ada pondok pesantren yang memiliki usaha makanan olahan, seperti kerupuk dan keripik. Kemudian, ada yang memiliki usaha sabun cuci dan sandal,” jelasnya.

Taufik, santri Ponpes Tahfidz Qur’an Ar Rahmah, mengatakan, dalam setiap pertemuan para anggota melakukan evaluasi setiap produk masing-masing. Sekaligus mengenalkan produk-produk baru yang dihasilkan oleh masing-masing anggota. “Ini adalah usaha kami untuk meningkatkan perekonomian pesantren,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/